Kilang-kilang minyak di Asia Timur mulai meningkatkan volume ekspor bahan bakar setelah sebelumnya menahan diri untuk memprioritaskan kebutuhan domestik.

Langkah ini diambil untuk mendahului pasar sebelum arus pengiriman melalui Selat Hormuz kembali pulih.

in1

>>> Oppo Kuasai Pasar Smartphone Indonesia Q1 2026, Rilis Find X9 Series

Para pedagang melaporkan peningkatan penawaran spot untuk kargo distilat, termasuk solar dan avtur, dari setidaknya dua perusahaan pengolahan dalam sepekan terakhir.

Kilang-kilang di Korea Selatan menjadi salah satu pihak yang turut meningkatkan penawaran tersebut.

Kenaikan ini melanjutkan tren yang terjadi sepanjang bulan lalu, dipicu oleh tingginya persediaan di beberapa negara Asia yang mendorong peningkatan penjualan.

Pemasok di Asia berusaha menjual lebih banyak produk sebelum gelombang kargo dari kawasan Teluk dilepaskan ke pasar.

Negosiasi dan tender pribadi digunakan untuk melakukan penawaran tersebut.

Para pedagang memperkirakan langkah ini akan menekan harga minyak di Asia dari level tertinggi baru-baru ini, meskipun nilainya diproyeksikan tetap di atas tingkat sebelum perang.

>>> IFG Life Dorong Orang Tua Siapkan Asuransi Hadapi Empty Nest Syndrome

Sejak konflik di Iran pecah pada akhir Februari, negara eksportir utama di Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan sempat membatasi penjualan produk mereka demi menjaga keamanan energi dalam negeri.

Namun, dengan pembatasan ekspor dari China yang masih berlaku, kilang Asia Timur lainnya mencoba memanfaatkan peluang yang ada.

"Seiring meningkatnya kepercayaan seputar pembukaan kembali, kilang-kilang minyak semakin nyaman melepaskan persediaan dan meningkatkan ekspor, terutama karena ekspektasi akan ketersediaan minyak mentah tambahan dan peningkatan aksesibilitas bahan baku dari Teluk Persia," kata Sumit Ritolia, analis utama untuk pasokan dan pemodelan kilang di Kpler.

Kondisi pasar saat ini menunjukkan pelemahan setelah pasokan solar Asia mulai diperdagangkan dengan harga diskon sejak awal pekan ini, turun dari posisi harga premium sebelumnya.

Padahal, kilang-kilang raksasa di kawasan Teluk Persia merupakan eksportir utama untuk komoditas bahan bakar tersebut.

>>> Kementan Larang Penggunaan Paracetamol untuk Menyuburkan Tanaman Cabai

Berdasarkan data Kpler sebelum konflik, perang antara Amerika Serikat dan Iran telah berdampak pada gangguan terhadap 10 persen perdagangan solar global serta 20 persen pasokan bahan bakar jet atau avtur dunia.