Dua kapal tanker milik Pertamina, Gamsunoro dan Pride, masih tertahan di kawasan Teluk Arab.

Hal ini akibat penutupan Selat Hormuz pascaperang antara Amerika Serikat dan Iran yang kini mulai mereda.

in1

>>> FIFA dan Lenovo Hadirkan Football AI Pro untuk 48 Negara di Piala Dunia 2026

Manajemen Pertamina menyampaikan kondisi terkini armada pengangkut energi tersebut pada Jumat (19/6/2026). Penutupan jalur pelayaran strategis ini berdampak pada distribusi energi global di Timur Tengah.

Juru Bicara Pertamina, Baron, mengatakan bahwa saat ini kapal masih berada di Teluk Arab. "Pertamina tetap mengedepankan keselamatan kru dan operasional kapal," ujarnya kepada detikcom.

>>> BGN Hentikan Sementara Makan Bergizi Gratis demi Hemat Rp 3 Triliun

Kesepakatan damai yang mulai terjalin antara pihak bertikai disambut baik. Hal ini diharapkan dapat memulihkan stabilitas dan melancarkan arus logistik di Selat Hormuz.

Pertamina melalui Pertamina International Shipping terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif. Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, dan otoritas setempat.

>>> MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia pada Tinjauan 2026

Langkah ini untuk memastikan keamanan dan kesiapan operasional perjalanan kapal tanker bila jalur telah terbuka. Pertamina berkomitmen melindungi seluruh awak kapal yang berada di kompartemen transportasi laut tersebut.