Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional hingga ke kawasan terpencil.

Ketersediaan energi yang merata dipandang sebagai pondasi krusial bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di tengah tantangan geografis Indonesia yang kompleks.

in1

>>> 2 Tanda Awal Kerusakan Ginjal yang Sering Diabaikan

Perusahaan bertindak sebagai garda terdepan dengan memastikan energi tetap aman, terjangkau, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di pelosok negeri.

Sepanjang Tahun Buku 2025, berbagai capaian strategis telah dicatatkan, mencakup perluasan akses di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), penguatan infrastruktur distribusi, hingga penyediaan energi ramah lingkungan.

"Pertamina Patra Niaga menjalankan operasional penyediaan energi dengan mengedepankan prinsip 4A+1S, yakni Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability, dan Sustainability," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 Juni 2026.

Keandalan pasokan energi terbukti optimal pada momen krusial, seperti masa Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru.

Pemantauan selama 24 jam dan sinergi lintas instansi memastikan kelancaran distribusi BBM, LPG, dan Avtur saat mobilitas masyarakat mencapai puncaknya.

Saat terjadi situasi darurat dan bencana alam, perusahaan hadir mengamankan kebutuhan energi warga.

Distribusi terintegrasi lewat jalur darat, laut, dan udara ditempuh bersama pemerintah, TNI/Polri, serta pemerintah daerah demi menjaga ketahanan energi.

Pemerataan Energi dan Infrastruktur

Pemerataan energi diwujudkan melalui Program BBM Satu Harga yang kini telah menjangkau 588 titik di Indonesia.

Selain itu, terdapat 421 SPBU Nelayan yang beroperasi untuk mendukung produktivitas ekonomi masyarakat pesisir di sektor perikanan.

Jaringan distribusi nasional ditopang oleh lebih dari 125 terminal BBM, ribuan SPBU, 40 terminal LPG, dan 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).