PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan dan ketahanan energi bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun di Jakarta, Jumat, mengatakan sepanjang 2025 perusahaan menjaga keandalan pasokan energi sekaligus meningkatkan akses hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

in1

>>> J.D. Vance Batal Berangkat ke Swiss untuk Upacara Kesepakatan dengan Iran

Capaian itu merupakan hasil komitmen seluruh insan perusahaan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat guna memastikan energi tersedia, mudah diakses, terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan.

"Pertamina Patra Niaga menjalankan operasional penyediaan energi dengan mengedepankan prinsip 4A+1S, yakni availability, accessibility, affordability, acceptability, dan sustainability," ujar Roberth.

Upaya menjamin ketersediaan energi tercermin dalam pelaksanaan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri serta Natal dan Tahun Baru yang mampu memastikan pasokan BBM, LPG, dan avtur tetap aman selama periode mobilitas tinggi.

Dukungan monitoring 24 jam dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan menjaga kelancaran distribusi energi nasional.

Pada kondisi darurat dan kebencanaan, Pertamina Patra Niaga hadir memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Distribusi melalui jalur darat, laut, dan udara dilakukan secara terintegrasi bersama pemerintah, TNI/Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Perluasan Akses dan Infrastruktur Energi

Dalam mendukung pemerataan energi, Pertamina Patra Niaga terus memperluas akses melalui program BBM Satu Harga yang telah hadir di 588 titik di seluruh Indonesia.

Perusahaan juga mengoperasikan 421 SPBU nelayan untuk mendukung produktivitas sektor perikanan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Infrastruktur energi nasional saat ini didukung lebih dari 125 terminal BBM, ribuan SPBU, 40 terminal LPG, 72 depot pengisian pesawat udara (DPPU), jaringan pipa, armada mobil tangki, armada kapal, hingga dukungan transportasi udara.