Selama 2025, perusahaan terus meningkatkan kapasitas terminal BBM dan fasilitas penyimpanan strategis, khususnya di Indonesia timur dan daerah dengan pertumbuhan konsumsi energi tinggi.

>>> Apakah Film The Furious (2026) Bakal Lanjut Season 2?

in1

Pengembangan TBBM Maumere dimulai pada pertengahan 2025 untuk meningkatkan kehandalan operasi di NTT, NTB, dan sekitarnya.

Perusahaan juga melaksanakan komisioning pembangunan TBBM Tanjung Batu tahap 1 untuk meningkatkan kehandalan penyaluran di Kalimantan dan sekitarnya.

Program subsidi tepat BBM dan LPG diperkuat melalui integrasi sistem digital agar penyaluran subsidi semakin akurat, transparan, dan tepat sasaran.

Langkah itu merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola distribusi energi nasional melalui implementasi program Subsidi Tepat di 513 kabupaten/kota.

Sejalan dengan agenda transisi energi nasional, Pertamina Patra Niaga terus memperluas pemanfaatan energi ramah lingkungan.

Hingga 2025, layanan Pertamax Green 95 telah tersedia di 180 SPBU dan akan terus diperluas untuk memberikan pilihan energi rendah emisi.

Pengembangan bioenergi, termasuk dukungan terhadap sustainable aviation fuel (SAF/Bioavtur), menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam mendukung target transisi energi nasional.

Dalam aspek sosial, Pertamina Patra Niaga menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, pendidikan, kesehatan, serta pengembangan UMKM.

"Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat peran sebagai perusahaan distribusi dan perdagangan energi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

>>> Proses Pembuatan Nata de Coco dan Titik Kritis Kehalalannya

Kami berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional, memperluas akses energi yang berkeadilan, serta mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan," kata Roberth.