Pemerintah mempercepat program bedah rumah melalui bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (RTLH).

Targetnya, 400 ribu unit rumah diperbaiki pada tahun 2026.

in1

>>> Galaxy A07 Terima Pembaruan Pertama Setelah One UI 8.5, Bawa Patch Keamanan Juni 2026

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, skala program perbaikan rumah ditingkatkan secara signifikan.

Di Jakarta, jumlah rumah yang ditangani melonjak dari 158 unit tahun lalu menjadi 10.000 unit tahun ini.

Percepatan program ini membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Maruarar mengapresiasi Kementerian Dalam Negeri yang telah mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan rakyat.

Pemerintah mengandalkan data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan bantuan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat desil 1 hingga 4.

Maruarar menegaskan program harus transparan karena menggunakan dana publik.

>>> OnePlus N6 Resmi Bawa Baterai 8000mAh, Tahan 3 Hari

"Uang rakyat ini harus benar-benar transparan. Buka saja berapa anggarannya, berapa kebutuhannya, berapa harganya, kemudian yang termurah bisa menang," ujarnya.

Pemerintah berharap jumlah RTLH dapat berkurang signifikan. Maruarar menyebut angka RTLH pada 2025 mencapai 18,8 juta unit.

Ia juga mengusulkan penambahan BSPS menjadi 2 juta unit pada 2027.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai program perbaikan rumah menunjukkan kemajuan. Ia mendorong pemerintah daerah aktif mendukung, termasuk melalui pembebasan BPHTB dan retribusi PBG.

>>> Sabrina Carpenter Dapat Perlindungan Hukum dari Penguntit

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mencatat terdapat sekitar 824 ribu rumah tidak layak huni di Jakarta.