Kemensos dan PKP Percepat Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat
Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang menyasar orang tua siswa Sekolah Rakyat.
Tenaga Ahli Menteri Sosial Fajar WH mengatakan integrasi lintas kementerian ini bertujuan memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pembenahan infrastruktur domestik dan pemenuhan kebutuhan dasar hunian.
>>> Itera Siapkan Jalur Afirmasi SMT untuk Pemerataan Akses PT di Lampung
"Pendekatan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga menyasar peningkatan kesejahteraan seluruh keluarga.
Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan, dan rumahnya yang tidak layak huni direnovasi," kata Fajar di Jakarta, Kamis.
Secara nasional, pemerintah menargetkan renovasi sebanyak 10.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah intervensi.
Verifikasi Faktual di Pasuruan
Di wilayah Pasuruan, Jawa Timur, saat ini tercatat tiga institusi pendidikan rintisan yang telah beroperasi, yaitu Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 48 Kabupaten Pasuruan, SRMP 28 Kota Pasuruan, dan SRT 3 Pasuruan.
Jajaran teknis dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P3KP) Jawa 4 bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan pihak sekolah tengah mempercepat tahapan verifikasi faktual di lapangan.
>>> Panselnas Hapus Penalti Rp100 Juta Seleksi SDM Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih
Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah 2 Balai P3KP Jawa 4 Firdiansyah Fatoni menjelaskan proses pengecekan fisik, sanitasi, serta kelengkapan administrasi kepemilikan lahan terus diintensifkan agar konstruksi dapat berjalan mulai September 2026.
Untuk Kota dan Kabupaten Pasuruan, pemerintah mengalokasikan kuota sebanyak 225 titik rumah berdasarkan usulan resmi dari Kemensos. Sebanyak 11 titik di antaranya telah dinyatakan lolos verifikasi faktual.
Secara keseluruhan di Provinsi Jawa Timur, total usulan perbaikan rumah tidak layak huni bagi ekosistem keluarga prasejahtera Sekolah Rakyat mencapai 1.837 titik.
Tim gabungan telah menyisir empat lokasi sampel di Pasuruan, antara lain hunian milik Lilik Qomariyah di Desa Bajangan, Jirilia di Jajar Kebon, Eko Musidi di Desa Tenggilisrejo, serta kediaman Rahmat di Dusun Jajarkebon.
>>> 5 Aspek Penting dalam Memilih Smartphone Flagship untuk Gaming
Mereka merespons positif program stimulan ini.
Update Terbaru
Vespa Rayakan 80 Tahun dengan Festival Akbar di Roma
Kamis / 18-06-2026, 14:44 WIB
Sony Pictures Rilis Trailer Spider-Man: Brand New Day, Tom Holland Kembali sebagai Peter Parker
Kamis / 18-06-2026, 14:41 WIB
Jeff Bezos: AI Justru Akan Buka Lebih Banyak Lowongan Kerja
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
Vespa Gelar Festival Akbar Rayakan 80 Tahun di Roma
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
KSPSI Desak Pemerintah Lindungi Pekerja Hotel Sultan Saat Eksekusi
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
Wamenperin Yakin Indonesia Unggul Ambil Peluang Ekonomi Industri Halal
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
Republik Ceko Hadapi Afrika Selatan di Fase Grup Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
Artotel Group Luncurkan Program Staycation Psikologis untuk Lansia
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
KSPSI Minta Pemerintah Lindungi Pekerja Hotel Sultan Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
TNI AL Berangkatkan 100 Calon Awak Kapal Induk ke Italia pada 10 Juli
Kamis / 18-06-2026, 14:37 WIB
Poliban dan ULM Dorong Digitalisasi UMKM Berkat Guru Kapuh
Kamis / 18-06-2026, 14:36 WIB
KJRI Johor Fasilitasi Pemulangan Empat Nelayan WNI dari Malaysia
Kamis / 18-06-2026, 14:36 WIB
Swiss vs Bosnia: Ujian Tak Lebih Sulit dari Qatar bagi Granit Xhaxa cs
Kamis / 18-06-2026, 14:36 WIB
Chery Indonesia Luncurkan Super Hybrid, Biaya Harian Rp13 Ribu untuk 40 Km
Kamis / 18-06-2026, 14:36 WIB






