Wamenperin Yakin Indonesia Unggul Ambil Peluang Ekonomi Industri Halal
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza meyakini Indonesia memiliki keunggulan yang sangat kuat untuk mendorong pertumbuhan dan mengambil peluang ekonomi dari industri halal global.
Kekuatan tersebut ditopang oleh fondasi industri nasional yang terus berkembang, besarnya jumlah penduduk Muslim, serta tingginya kebutuhan terhadap produk halal.
>>> Republik Ceko Hadapi Afrika Selatan di Fase Grup Piala Dunia 2026
Faisol menyampaikan, secara global konsumsi umat Muslim pada enam sektor ekonomi syariah mencapai 2,6 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada 2029.
Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai nilai halal dunia.
Modal Besar Pengembangan Industri Halal
Menurutnya, Indonesia memiliki modal yang sangat besar dalam pengembangan industri halal.
Pada 2025, jumlah penduduk Muslim di Indonesia mencapai 248,6 juta jiwa atau sekitar 87,13 persen dari total populasi.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga mencapai Rp12.834 triliun dengan potensi belanja penduduk Muslim yang diperkirakan mencapai Rp11.182 triliun.
"Besarnya kebutuhan produk halal menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, memperkuat rantai pasok, meningkatkan penggunaan komponen lokal, serta mendorong inovasi produk halal yang berdaya saing," katanya.
>>> Artotel Group Luncurkan Program Staycation Psikologis untuk Lansia
Selain itu, pengembangan industri halal juga dinilai menjadi langkah penting dalam mengoptimalkan substitusi impor sekaligus memperluas kontribusi Indonesia dalam rantai pasok halal global.
Sebelumnya, Kemenperin terus mengupayakan kesiapan industri kecil dalam menghadapi kewajiban sertifikasi halal yang akan diberlakukan pada Oktober mendatang melalui pendampingan, fasilitasi, serta sosialisasi.
Wamenperin Faisol Riza mengatakan, secara umum industri besar dinilai tidak menghadapi kendala berarti dalam memenuhi kewajiban sertifikasi halal.
Namun, tantangan masih dihadapi oleh sebagian industri kecil yang membutuhkan dukungan lebih lanjut.
"Industri kecil, kami sudah dorong, kami sudah bantu pendampingan, kami juga sudah fasilitasi, sosialisasi," kata Faisol.
Menurutnya, Kemenperin akan memastikan industri kecil yang telah siap dapat mengikuti tahapan sertifikasi halal.
>>> KSPSI Minta Pemerintah Lindungi Pekerja Hotel Sultan Jakarta
Bagi pelaku usaha yang masih mengalami kendala, pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan BPJPH agar proses sertifikasi dapat berjalan lebih optimal.
Update Terbaru
MUI Ajak Masyarakat Aktif Jaga Nilai Agama Hadapi Arus Global
Kamis / 18-06-2026, 15:53 WIB
Rudiantara: Inklusi Keuangan 90 Persen, Literasi Masih Tertinggal
Kamis / 18-06-2026, 15:53 WIB
Menteri ESDM Bahlil Jamin Pasokan Listrik Nasional Aman, Tak Ada Pemadaman
Kamis / 18-06-2026, 15:53 WIB
Bank Indonesia Catat Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen pada Mei 2026
Kamis / 18-06-2026, 15:52 WIB
GOTO Setujui Buyback Saham Rp 3,5 Triliun, Perpanjang Masa Jabatan Komisaris
Kamis / 18-06-2026, 15:52 WIB
Adu Spesifikasi Redmi Turbo 5 dan OnePlus Nord 6: Baterai Besar vs Pengisian Cepat
Kamis / 18-06-2026, 15:52 WIB
Presiden Prabowo Kumpulkan Pimpinan Himbara Bahas Arah Ekonomi
Kamis / 18-06-2026, 15:52 WIB
Inklusi Keuangan Indonesia Capai 90 Persen, Literasi Masih Tertinggal
Kamis / 18-06-2026, 15:52 WIB
SPMB 2026 Resmi Gantikan PPDB, Ini Syarat dan Jalur Pendaftaran SMP Negeri
Kamis / 18-06-2026, 15:51 WIB
Sulawesi Tengah Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Magnitudo 6,7
Kamis / 18-06-2026, 15:51 WIB
Tokoh Lintas Sektor Bahas Kesenjangan Inklusi dan Literasi Keuangan
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Jadwal KRL Solo Jogja 18 Juni 2026 dari Stasiun Palur ke Tugu
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
PLN Copot Kabel di Jalan Lauser Jaksel Imbas Kecelakaan Siswi SMAN 6
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Kisah Sukses Darwin Chandra: dari Kios Kecil Jadi 5 Titik BRILink Agen di Jayapura
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB






