Kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan nasional menjadi sorotan sejumlah tokoh lintas sektor dalam diskusi panel bertajuk Infrastructure, Investment, Impact: Building Inclusive Financial Ecosystems pada ajang The 2026 Asia Grassroots Forum di Jakarta.

Agenda ini mempertemukan regulator, pelaku industri digital, hingga mantan birokrat untuk merumuskan solusi ekosistem keuangan yang sehat.

>>> Jadwal KRL Solo Jogja 18 Juni 2026 dari Stasiun Palur ke Tugu

Akses layanan keuangan di Indonesia dilaporkan telah mencapai 90 persen, namun pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan dinilai masih rendah.

Edukasi Keuangan Jadi Kunci

Komisaris Utama Amartha, Rudiantara, menilai perluasan akses saja tidak cukup untuk mendongkrak kesejahteraan tanpa dibarengi edukasi.

Mantan Menkominfo periode 2014-2019 tersebut menekankan pentingnya kecakapan finansial agar masyarakat tidak mengambil keputusan yang keliru di tengah pesatnya perkembangan fintech.

"Inklusi keuangan saja tidak cukup. Masyarakat perlu memahami cara mengelola keuangan secara bijak, bukan sekadar memiliki akses terhadap produk keuangan," ujar Rudiantara.

Rudiantara menambahkan bahwa pendekatan edukasi harus disesuaikan dengan karakteristik target, seperti pendampingan langsung bagi warga desa dan pelaku usaha ultra mikro.

Model ini telah diterapkan oleh lembaganya yang kini mengedukasi sekitar 70 persen mitra perempuan di luar Pulau Jawa melalui bantuan 9.000 tenaga lapangan.

Infrastruktur Telekomunikasi dan UMKM

Dalam forum yang sama, aspek infrastruktur telekomunikasi turut menjadi sorotan utama karena menjadi fondasi utama layanan keuangan digital.

>>> Bank Indonesia: Rupiah Menguat 0,76% pada Juni 2026

Keterbatasan akses internet di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dinilai masih menghambat optimalisasi program digitalisasi tersebut.

"Konektivitas perlu dilihat bukan hanya sebagai akses internet, tetapi bagaimana akses tersebut dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan produktivitas masyarakat," ungkap Yessie D Yosetya, Director and Chief Information Technology Officer XLSmart.