Indef: KDMP Berpeluang Kurangi Ketergantungan pada Rentenir
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) berpeluang mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir dan tengkulak.
Namun, hal itu hanya bisa tercapai jika koperasi mampu menyediakan layanan pembiayaan yang mudah diakses.
>>> Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan Tergantung di Taman Pramuka Tangerang
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M.
Rizal Taufikurahman mengatakan ketergantungan pada rentenir dan tengkulak tidak hanya karena kebutuhan modal yang tinggi, tetapi juga terbatasnya akses ke layanan keuangan formal.
Tantangan tersebut masih banyak ditemui di wilayah pedesaan.
Rizal menyebut indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai sekitar 76 persen, namun tingkat literasi keuangan masih di kisaran 66 persen.
Hal ini menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal.
Pemerintah menyiapkan KDMP yang salah satu unit usahanya berupa lembaga keuangan ultramikro dengan skema pembiayaan berbunga rendah.
Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi alternatif agar masyarakat tidak terjerat rentenir maupun pinjaman ilegal.
"Kopdes Merah Putih berpotensi menjadi alternatif rentenir, tetapi tidak otomatis menggantikannya," kata Rizal.
Menurut dia, selama Kopdes belum mampu memberikan pinjaman yang cepat, mudah, dan fleksibel, rentenir akan tetap memiliki ruang karena menawarkan kecepatan dan kemudahan.
>>> Trump: AS Perlu Kesepakatan Denuklirisasi dengan Rusia dan China
Ketergantungan terhadap rentenir dan tengkulak juga merupakan persoalan struktural.
Banyak petani dan pelaku usaha mikro tidak memiliki agunan maupun riwayat kredit yang memadai untuk memperoleh pembiayaan dari lembaga formal, sementara kebutuhan modal usaha sering kali harus dipenuhi dalam waktu singkat.
Di sisi lain, tengkulak tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga membantu pemasaran hasil produksi masyarakat.
Update Terbaru
AC Oulu Targetkan Kemenangan Kelima Beruntun Saat Jamu IFK Mariehamn
Kamis / 18-06-2026, 13:30 WIB
Wakil Kepala BPS: Data Sensus Ekonomi 2026 Tidak Terkait Pajak
Kamis / 18-06-2026, 13:30 WIB
Beirut Tolak Usulan Trump agar Suriah Tangani Hizbullah
Kamis / 18-06-2026, 13:30 WIB
Kemdikdasmen: Gerakan 7 KAIH Perkuat Karakter Murid Sekolah Nonformal
Kamis / 18-06-2026, 13:30 WIB
Realisasi PAD Kota Jayapura dari PBB-P2 Capai Rp21,799 Miliar
Kamis / 18-06-2026, 13:30 WIB
Cristiano Ronaldo Alami Paceklik Gol saat Portugal Ditahan RD Kongo
Kamis / 18-06-2026, 13:30 WIB
Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga BBM Pertamax per 10 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 13:30 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.856 per Dollar AS pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 13:29 WIB
BTN Integrasikan Layanan Digital dengan Rumah123 untuk Permudah KPR
Kamis / 18-06-2026, 13:28 WIB
Pelindo Setor Kontribusi Rp7,81 Triliun ke Negara Sepanjang 2025
Kamis / 18-06-2026, 13:28 WIB
Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga Pertamax Berdasarkan Mekanisme Pasar
Kamis / 18-06-2026, 13:28 WIB
Kolombia Tekuk Uzbekistan 3-1 di Laga Perdana Grup K Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 13:28 WIB
Pertamina Patra Niaga Evaluasi Harga BBM Non Subsidi Setiap Bulan
Kamis / 18-06-2026, 13:28 WIB
MUI: Ada Gerakan Luar Negeri yang Rancang Normalisasi LGBT di Kampus
Kamis / 18-06-2026, 13:28 WIB






