Menteri Kehakiman Lebanon Adel Nassar menolak usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyarankan agar Israel membiarkan Suriah menangani kelompok Hizbullah di Lebanon.

Dalam wawancara dengan CNN, Nassar menegaskan bahwa pelucutan kekuatan Hizbullah merupakan tugas negara Lebanon, bukan pihak asing.

>>> Kemdikdasmen: Gerakan 7 KAIH Perkuat Karakter Murid Sekolah Nonformal

“Ini bukan soal pasukan asing yang melakukan pekerjaan tersebut. Lebanon telah menderita selama bertahun-tahun akibat campur tangan pihak lain.

Jika Hizbullah saat ini menjadi proksi Iran, itu karena adanya campur tangan Iran dalam urusan dalam negeri Lebanon,” ujarnya.

Pada Selasa, Trump menyarankan kepada Israel agar membiarkan Suriah menangani Hizbullah di Lebanon.

“Saya menyarankan kepada Israel agar membiarkan Suriah menangani Hizbullah karena, terus terang, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan yang lebih baik,” kata Trump kepada wartawan di Prancis.

Hizbullah telah terlibat pertempuran dengan Israel sejak awal Maret setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

>>> Realisasi PAD Kota Jayapura dari PBB-P2 Capai Rp21,799 Miliar

Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel terus berlanjut meskipun telah tercapai kesepahaman antara Washington dan Teheran yang bertujuan mengakhiri konflik militer mereka.

Konflik tersebut meletus setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Pejabat Iran berulang kali menyatakan bahwa penghentian serangan Israel di berbagai front kawasan, khususnya di Lebanon, menjadi salah satu tujuan utama nota kesepahaman yang dijadwalkan ditandatangani antara Teheran dan Washington pada Jumat mendatang.

Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, sebagian di antaranya telah dikuasai selama beberapa dekade, sementara wilayah lainnya diduduki sejak perang sebelumnya pada periode 2023–2024.

>>> Cristiano Ronaldo Alami Paceklik Gol saat Portugal Ditahan RD Kongo

Dalam operasi militer yang berlangsung saat ini, pasukan Israel dilaporkan telah bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.