Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi pada Selasa mendesak Israel untuk menahan diri di tengah serangan terhadap kelompok militan Lebanon, Hizbullah.

Desakan itu disampaikan dalam percakapan telepon selama sekitar 20 menit dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar.

>>> Pemprov Jatim Batalkan Doorprize Jalan Sehat Imbas Keluhan Kupon

Motegi juga mendesak Israel mengambil tindakan tepat guna memastikan implementasi nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri perang.

Percakapan itu terjadi saat AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur perairan penting untuk transportasi energi global.

Israel, yang mengoordinasikan operasi militernya dengan AS, telah melakukan serangan terhadap Hizbullah yang didukung Iran.

Motegi menyampaikan keprihatinan serius terhadap korban sipil dan kerusakan infrastruktur akibat serangan antara Israel dan Hizbullah.

>>> 3 Hari Besar yang Diperingati Setiap 9 April: HUT TNI AU, ASMR, dan Kekayaan Holistik

Ia menambahkan bahwa Jepang akan berperan proaktif dalam rekonstruksi Gaza yang porak-poranda akibat perang.

Motegi juga menyatakan keprihatinan atas perluasan permukiman dan aksi kekerasan di Tepi Barat.

Ia mendesak Israel mengambil langkah cepat dan tepat, termasuk membekukan semua kegiatan pemukiman yang dinilai melanggar hukum internasional.

Sa'ar menguraikan posisi Israel terkait Iran dan wilayah Palestina. Keduanya sepakat untuk tetap menjalin kontak erat.

>>> Promo Deterjen dan Pewangi di Indomaret, Alfamart, Tip Top Awal Mei 2026

Sebelum percakapan, Motegi dalam konferensi pers mengatakan Jepang ingin berkontribusi maksimal untuk perdamaian dan stabilitas di seluruh Timur Tengah serta pemulihan dan rekonstruksi kawasan.