Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengimbau para pelajar di Indonesia agar memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat proses pembelajaran.

Pernyataan itu disampaikan Gibran melalui akun media sosialnya pada Selasa (16/6/2026).

>>> Kode Redeem ML 15 Mei 2026 Tersedia untuk Diklaim

Menurut Gibran, AI berperan penting sebagai asisten pribadi yang membantu pencarian data, penguasaan bahasa asing, hingga penyederhanaan rumus rumit.

"AI adalah alat untuk mempercepat, bukan alat untuk membuat kalian malas," kata Gibran.

Ia menekankan bahwa penguasaan teknologi global ini penting agar anak muda tidak sekadar menjadi penonton di tengah perkembangan zaman.

"AI bukan lagi masa depan. AI adalah hari ini.

Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut," ujar Gibran.

Gibran juga mengingatkan agar AI digunakan untuk memicu kreativitas, bukan menggantikan kemampuan berpikir sendiri.

Selain pelajar, Gibran mendorong para guru untuk tidak takut menghadapi arus digitalisasi.

>>> Kenali Perbedaan Layanan SPBU Pertamina Merah, Biru, dan Hijau

Menurutnya, guru yang menguasai AI akan memiliki kekuatan super untuk mendidik dengan lebih efektif.

AI dapat membantu sisi administratif guru, seperti membuat pertanyaan, menyajikan penjelasan sederhana, dan memberikan contoh kasus.

Dengan demikian, guru memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan karakter murid.

Gibran juga menyoroti peran orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak.

Ia mengingatkan bahwa AI memiliki risiko penyalahgunaan seperti plagiarisme, pelanggaran privasi, dan penyebaran berita bohong.

"Teknologi tanpa etika itu berbahaya," tegas Gibran.

>>> KONI DIY: Rencana Pembangunan Sirkuit Yogyakarta Mulai Temui Titik Terang

Ia menekankan bahwa AI harus digunakan untuk kesejahteraan bersama, bukan untuk menciptakan kekacauan sosial.