Setiap tanggal 8 Mei, dunia memperingati tiga momentum penting yang berkaitan dengan kemanusiaan dan kesehatan.

Peringatan ini menjadi pengingat akan nilai solidaritas global serta pentingnya kesadaran terhadap isu kesehatan yang masih menjadi tantangan.

>>> Marcelo Bielsa Coret Luis Suarez dari Skuad Piala Dunia 2026

Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia

Peringatan pertama adalah Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia. Momentum ini dirayakan setiap tahun pada 8 Mei untuk menghormati kerja keras jutaan relawan di seluruh dunia.

Gerakan kemanusiaan terbesar di dunia ini menekankan nilai-nilai seperti kemanusiaan, netralitas, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan universalitas.

Para relawan selalu hadir memberikan bantuan dalam situasi konflik, bencana alam, hingga krisis kesehatan tanpa memandang latar belakang korban.

Di Indonesia, semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial oleh Palang Merah Indonesia, seperti donor darah, bantuan bencana, dan edukasi kesehatan masyarakat.

Kelahiran Henry Dunant

Tanggal 8 Mei juga bertepatan dengan hari lahir Henry Dunant pada tahun 1828. Ia adalah tokoh penting di balik lahirnya gerakan Palang Merah.

Dunant menjadi pelopor kemanusiaan modern setelah menyaksikan langsung penderitaan korban perang di Pertempuran Solferino.

>>> Manchester City Raih Gelar Piala FA Kedelapan Usai Tekuk Chelsea

Pengalaman tersebut mendorongnya menggagas organisasi sukarela yang netral untuk membantu korban perang tanpa diskriminasi, yang kemudian melahirkan Palang Merah Internasional dan Konvensi Jenewa.

Atas kontribusinya, Dunant dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pertama pada tahun 1901.

Hari Kanker Ovarium Sedunia

Selain aksi kemanusiaan, tanggal 8 Mei juga diperingati sebagai World Ovarian Cancer Day atau Hari Kanker Ovarium Sedunia.

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker ovarium, yang sering terdeteksi pada stadium lanjut karena gejalanya tidak spesifik.

Momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong deteksi dini, meningkatkan edukasi mengenai gejala dan faktor risiko, serta mendukung para penyintas dan keluarga penderita.

>>> Timnas Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Piala Dunia 2026

Organisasi kesehatan global dan komunitas medis di berbagai negara biasanya menggelar kampanye edukasi, pemeriksaan kesehatan, serta dukungan bagi pasien.