Pembukaan kembali Selat Hormuz mungkin tidak akan segera memulihkan rantai pasok otomotif yang terkuras. Pembatasan oli oleh Nissan di dealer kini terlihat sebagai tanda peringatan dini.

Produk cat dan pelumas sintetis diperkirakan tetap langka hingga tahun 2027.

>>> Chevrolet Silverado 2027 Hadirkan Dua Mesin V8 Baru di Tengah Tren Turbo

Ketika Donald Trump mengumumkan kesepakatan awal dengan Iran yang bisa membuka kembali Selat Hormuz, kabar itu terdengar baik bagi harga bahan bakar.

Namun, bagi industri otomotif secara luas, masalah yang ditimbulkan oleh konflik mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk hilang.

Beberapa produsen mobil sudah mengambil langkah darurat berminggu-minggu sebelum berita tentang kemungkinan kesepakatan muncul.

Bulan lalu, Nissan mulai menjatah pasokan oli sintetis tertentu ke dealer, memotong pengiriman, dan meminta prioritas untuk perbaikan garansi, recall, program perawatan prabayar, serta pelanggan utama.

Toyota juga memperingatkan dealer tentang kemungkinan kekurangan oli viskositas rendah dan menyarankan substitusi.

Laporan baru dari Reuters mengindikasikan langkah-langkah itu mungkin merupakan tanda awal dari krisis pasokan yang lebih luas.

Reuters berbicara dengan bengkel dan eksekutif industri di Jepang yang menggambarkan kesulitan mendapatkan oli mesin hingga produk terkait cat.

Seorang eksekutif bengkel di Tokyo mengatakan pasokan hampir berhenti setelah konflik dimulai. “Pasokan oli hampir habis total setelah perang dimulai pada Maret.

Sejak April, tidak ada yang masuk,” kata Hiroyuki Nakamura dari Shin Etsu Denso.

>>> Koenigsegg Jesko Absolut Catat Rekor 190 MPH di Quarter Mile, Kalahkan Mobil Bensin Lain

Kekurangan tidak hanya terbatas pada pelumas. Beberapa bengkel body repot kesulitan mendapatkan bahan untuk cat populer, terutama untuk kendaraan putih mutiara.