Ford kini menerapkan kebijakan baru dalam pengendalian kualitas mesin.

Setiap hari, satu mesin yang baru selesai dirakit langsung ditarik dari lini produksi untuk dibongkar dan diperiksa secara menyeluruh.

>>> Estimasi Biaya Tol dan BBM Jakarta-Yogyakarta Pakai Avanza

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Ford mengurangi jumlah recall yang selama ini menjadi masalah besar. Sebelumnya, Ford hanya membongkar satu mesin setiap tiga bulan sekali.

Kebijakan baru ini diterapkan di semua pabrik mesin Ford, termasuk Essex Engine Plant di Kanada.

Ide ini muncul setelah Ford menyadari bahwa pabrik mesin di Valencia, Spanyol, memiliki kualitas terbaik.

Manajer pabrik Essex, Neil Wilson, mengatakan kepada Road & Track bahwa pabrik Valencia sudah rutin membongkar satu mesin per hari.

Ford pun memutuskan untuk menerapkan praktik serupa di pabrik lainnya.

>>> Audi A6 Allroad Terbaru Hadir dengan Fender Lebar ala RS6

Ford juga menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi mesin mana yang memiliki komponen di luar toleransi. AI akan menampilkan tanda kuning atau merah jika mendeteksi potensi masalah.

“Kami menggunakan teknologi berbasis AI untuk memantau titik pengukuran tertentu di lini produksi,” ujar Wilson. “Kami mengidentifikasi indikator awal potensi kegagalan dan sistem AI mencari abnormalitas dalam proses.”

Ford mengklaim sudah melihat penurunan metrik klaim garansi sejak kebijakan ini diterapkan.

Metrik tersebut memperkirakan masalah garansi yang mungkin muncul selama masa pakai kendaraan berdasarkan data tiga bulan, satu bulan, dan nol bulan setelah digunakan.

Meski Ford masih melakukan recall lebih banyak dibanding kompetitor, perusahaan mencatat bahwa recall tersebut sebagian besar untuk kendaraan generasi lama.

>>> Mercedes-AMG Targetkan 200.000 Penjualan per Tahun pada 2030 dengan 27 Model Baru

Perbaikan kualitas di pabrik diperkirakan baru akan berdampak signifikan dalam beberapa tahun ke depan.