Tren kecantikan mengalami pergeseran signifikan.

Masyarakat kini lebih memilih perawatan yang meningkatkan kualitas kulit dibandingkan prosedur mengubah kontur wajah seperti filler dan botox.

>>> Tim TGRI Borong Podium Kejurnas ITCR 1200 di Sirkuit Mandalika

Hal ini disampaikan para pakar estetika dalam acara Cellbooster 'Choose Beauty Wisely' di Hotel Novotel, Tangerang. Mereka mencatat peningkatan minat terhadap perawatan yang menghasilkan tampilan sehat dan alami.

Kondisi kulit sehat, lembap, dan bercahaya—dikenal sebagai tren glass skin—kini menjadi tujuan utama pasien.

Prosedur skin booster pun semakin diminati karena mampu meningkatkan elastisitas dan kelembapan kulit dari dalam tanpa mengubah struktur asli wajah.

Fokus pada Kualitas Kulit

Dr. Phery Cendres, M. Biomed (AAM), mengamati langsung perubahan fokus pasien.

"Saat ini banyak orang lebih fokus pada skin quality treatment.

>>> Prancis vs Senegal di Laga Perdana Grup I Piala Dunia 2026

Mereka ingin kulit terlihat sehat, glowing, dan mendapatkan efek glass skin tanpa harus mengubah bentuk wajah aslinya," ujarnya.

Kecenderungan memilih hasil natural juga dikonfirmasi oleh dermatologist asal Swiss, Dr. Timur Taskesen, MD, PhD. Ia menyatakan pasien kini lebih selektif dan memprioritaskan prosedur aman dengan minim downtime.

Namun, Dr. Timur mengingatkan agar tren tidak dijadikan satu-satunya dasar menentukan perawatan.

"Yang paling penting adalah memahami kebutuhan kulit melalui konsultasi tepat dengan dokter serta memastikan produk memenuhi standar keamanan dan kualitas yang jelas," katanya.

Pasien juga diimbau bersikap realistis karena proses penataan kualitas kulit membutuhkan waktu. "Percayalah pada prosesnya dan jangan terburu-buru menginginkan hasil cepat.

>>> Pemerintah Subsidi Pertalite Rp8.040 per Liter, Harga Jual Tetap Rp10.000

Yang terpenting adalah berada di tempat yang tepat dan ditangani tenaga medis kompeten," tambah Dr. Timur.