Pemerintah Subsidi Pertalite Rp8.040 per Liter, Harga Jual Tetap Rp10.000
Pemerintah menanggung beban subsidi bahan bakar minyak jenis Pertalite sebesar Rp8.040 per liter.
Hal ini dilakukan untuk menjaga harga jual di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tetap Rp10.000 per liter.
>>> Indomobil eMotor Pamerkan Empat Motor Listrik di Jakarta Fair 2026
Informasi mengenai harga asli Pertalite yang lebih mahal dari Pertamax beredar melalui unggahan video di media sosial.
Video tersebut menampilkan struk pembelian Pertalite tertanggal 11 Juni 2026 yang menunjukkan harga keekonomian tanpa subsidi mencapai Rp18.040 per liter.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M V Dumatubun, mengonfirmasi adanya unsur subsidi dalam harga jual Pertalite.
"Betul, ada unsur subsidinya makanya hanya dijual Rp10.000 per liter," ujarnya.
Selisih antara harga pasar dan nominal yang dibayar konsumen di SPBU sepenuhnya menjadi tanggung jawab kas negara.
"Benar besaran Rp8.000-an adalah beban subsidi yang ditanggung pemerintah," tambah Roberth.
Manajemen Pertamina menegaskan bahwa kebijakan subsidi BBM merupakan kewenangan pemerintah. "Kebijakan Program Subsidi BBM adalah kewenangan dan ditentukan oleh pemerintah, bukan oleh Pertamina.
Pertamina sebagai operator patuh kepada kebijakan pemerintah," kata Roberth.
>>> Panduan Menggunakan Serum Retinol Hanasui Agar Manfaatnya Maksimal
Saat ini, Pertamax dengan angka oktan lebih tinggi dijual Rp16.250 per liter tanpa subsidi. Nilai tersebut tampak lebih murah dibandingkan harga keekonomian Pertalite.
"Karena harga Pertamax belum sepenuhnya sesuai mengacu pada harga keekonomian," jelas Roberth.
Secara perhitungan formula industri, nilai asli Pertamax dipastikan berada di atas Pertalite. "Saat ini penyesuaian kenaikan harga Pertamax masih di level sekitar 50% dari harga keekonomian.
Dengan RON lebih tinggi dan kualitas lebih baik, harga Pertamax pasti di atas Pertalite secara keekonomian," kata Roberth.
Intervensi dilakukan untuk menjaga stabilitas harga jual eceran produk BBM nonsubsidi agar tidak bergejolak mengikuti pasar global.
"Per tanggal 10 Juni dilakukan penyesuaian harga jual Pertamax dalam rangka mengamankan daya beli dan ekonomi serta menyesuaikan beban fiskal," ujar Roberth.
Langkah koreksi harga juga diambil oleh badan usaha swasta di sektor serupa. "Penyesuaian harga juga dilakukan oleh semua BU Swasta.
>>> BSI Salurkan KUR 2026 dengan Tiga Skema Pembiayaan UMKM
Harga yang disesuaikan tidak sepenuhnya mengikuti harga keekonomian berbasis harga pasar atau internasional," tambah Roberth.
Update Terbaru
Prancis Terapkan Strategi Menyerang Lawan Senegal di Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 01:25 WIB
Irak vs Norwegia: Duel Perdana Grup I Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 01:24 WIB
Prancis Turunkan Skuad Bintang Lawan Senegal di Grup I Piala Dunia
Rabu / 17-06-2026, 01:24 WIB
Los Angeles FC Pinjamkan Adrian Wibowo ke Wacker Innsbruck
Rabu / 17-06-2026, 01:10 WIB
Gua Onkalo di Finlandia Siap Jadi Tempat Penyimpanan Abadi Limbah Nuklir
Rabu / 17-06-2026, 01:05 WIB
Sinopsis Ashes to Crown, Drama China Zhou Yiran di Netflix
Rabu / 17-06-2026, 01:05 WIB
Cara Mudah Deteksi Alat Pelacak Tersembunyi di Android dan iPhone
Rabu / 17-06-2026, 01:04 WIB
Prancis Tantang Senegal pada Jadwal Piala Dunia 17 Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 01:04 WIB
Daihatsu Mira TR-XX Avanzato R: Kei Car 4 Silinder Bertransmisi Manual Dilelang di AS
Rabu / 17-06-2026, 00:56 WIB
Prancis Hadapi Senegal di Laga Perdana Grup I Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 00:52 WIB
Dinas Pendidikan Jatim Buka Pendaftaran SPMB Tahap 2, Ini Jadwal dan Ketentuannya
Rabu / 17-06-2026, 00:44 WIB
Prediksi Shio Juni 2026: Empat Zodiak China Ini Berpeluang Besar Raih Rezeki
Rabu / 17-06-2026, 00:44 WIB
Prediksi Peruntungan Shio Juni 2026: Empat Shio Ini Berpotensi Raup Rezeki Besar
Rabu / 17-06-2026, 00:44 WIB
4 Hari Besar yang Diperingati Setiap 17 Juni di Indonesia dan Dunia
Rabu / 17-06-2026, 00:35 WIB






