Dunia estetika medis mengalami pergeseran menuju pendekatan regeneratif yang mengutamakan perbaikan kualitas kulit secara alami. Pendekatan ini mendukung kemampuan tubuh dalam meregenerasi jaringan kulit tanpa mengandalkan hasil instan.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas kulit semakin meningkat.

>>> Bea Cukai Tertibkan Penumpukan 10.000 Kontainer Otomotif di Tanjung Priok

Banyak orang kini datang ke klinik estetika tidak hanya untuk mengurangi kerutan, tetapi juga mengatasi bopeng bekas jerawat, memperbaiki tekstur, meningkatkan hidrasi, dan merawat area sensitif seperti bawah mata.

Teknologi polynucleotide (PN) menjadi inovasi yang menarik perhatian dalam praktik estetika modern. Bahan ini bekerja mendukung aktivitas fibroblast yang berperan memproduksi kolagen dan elastin untuk menjaga elastisitas kulit.

Produksi kolagen dan elastin menurun seiring bertambahnya usia, menyebabkan kulit kering, garis halus, dan berkurangnya kekencangan. Estetika regeneratif menawarkan perbaikan bertahap dengan memanfaatkan mekanisme alami tubuh.

Teknologi berbasis polynucleotide juga digunakan untuk memperbaiki tampilan bopeng akibat bekas jerawat yang merusak struktur kulit bagian dalam.

Perawatan ini juga menyasar area bawah mata yang memiliki lapisan kulit lebih tipis.

PolyPhil: Inovasi dari DNA Ikan Trout

Melihat perkembangan tersebut, GEA Aesthetic bersama Croma&Pharma menghadirkan PolyPhil di pasar Indonesia.

Inovasi ini memanfaatkan DNA ikan trout air tawar melalui teknologi PN-HPT (Polynucleotide Highly Purified Technology) untuk menghasilkan kemurnian tinggi.

General Manager GEA Aesthetic, Inneke Huang, menyatakan bahwa kehadiran PolyPhil merupakan bagian dari komitmen menyediakan terapi estetika berbasis sains.

>>> Lenovo Luncurkan Perangkat Edisi Terbatas FIFA World Cup 2026 di Indonesia

"Membawa PolyPhil ke Indonesia merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi aesthetic treatment berbasis science, safety, dan natural result," ujarnya.