Manajemen Everton dilaporkan tengah menggelar negosiasi perpanjangan kontrak dengan gelandang bertahan Idrissa Gueye.

Langkah ini diambil untuk mempertahankan pemain berpengalaman tersebut menjelang penutupan masa baktinya pada akhir Juni 2026.

>>> Menteri PU Sesuaikan Rencana Pembangunan Indonesia Paralympic Training Center

Dilansir dari hayters. com, pihak klub mengonfirmasi bahwa komunikasi intensif masih berjalan dengan perwakilan pemain asal Senegal tersebut.

Hal ini bersamaan dengan rilis daftar pemain yang dilepas, termasuk Seamus Coleman serta pemain muda seperti Roman Dixon dan Tyler Onyango.

Langkah ini memicu perdebatan setelah mantan pemandu bakat Everton, Bryan King, melayangkan kritik tajam.

Ia menilai manajemen sengaja memarkir Gueye dalam empat laga terakhir musim lalu untuk menghindari aktifnya klausul perpanjangan otomatis 12 bulan.

Kritik dari Mantan Pemandu Bakat

"Saya terkejut mereka tidak memberinya kontrak baru. Semua ini tampak sangat aneh bagi saya," ujar Bryan King kepada Goodison News.

Mantan scout tersebut menilai keputusan membekukan Gueye sangat aneh karena klub tidak memetik hasil positif dalam pertandingan-pertandingan tanpa kehadiran sang gelandang.

"Everton tidak melakukan apa pun dalam pertandingan yang ia lewatkan, jadi aneh mengapa ia tidak dimainkan.

>>> Chelsea Evaluasi Masa Depan Nicolas Jackson Usai Kembali dari Bayern

Skenario semacam itu mengindikasikan bahwa Gueye ingin meninggalkan Everton setelah Piala Dunia," kata King.

King menambahkan bahwa manajemen yang mengendalikan situasi kontrak ini harus bekerja lebih baik. Kehilangan pemain penting secara gratis merupakan kerugian besar bagi klub.

Statistik dari Goodison News menunjukkan vitalnya peran pemain berusia 36 tahun itu.

Everton gagal memenangkan sembilan dari 13 pertandingan Premier League saat Gueye absen, dengan rasio kemenangan yang merosot hingga 30 persen.

Sementara itu, bbc. com menghimpun beragam opini suporter yang terbelah.

Sebagian mendesak manajemen memberikan kontrak satu tahun tambahan demi menjaga kedalaman skuad, sedangkan sebagian lain menyarankan manajer David Moyes fokus mendatangkan gelandang muda seperti Hayden Hackney dan Tim Iroegbunam.

Dilansir dari readeverton. com, spekulasi ini menjadi momentum bagi David Moyes untuk merombak struktur lini tengah Everton.

>>> Prancis Terapkan Strategi Menyerang Lawan Senegal di Piala Dunia 2026

Tujuannya agar tidak sekadar bertumpu pada perusak permainan, melainkan menghadirkan sosok kreatif yang mampu mengatur tempo permainan seperti peran Mikel Arteta di masa lalu.