Lembaga penyiaran publik Australia, ABC dan SBS, berhasil memikat audiens muda namun mulai kehilangan pemirsa berusia di atas 55 tahun.

Hal ini terungkap dalam Digital News Report terbaru dari Universitas Canberra yang dirilis pada Selasa pagi.

>>> Qualcomm Uji Coba Snapdragon 8 Elite Gen 6 dengan Layar 185Hz

Riset tahunan tersebut mencatat peningkatan konsumsi berita harian yang didorong oleh kelompok demografi muda.

Penggunaan media layanan publik oleh kelompok usia 18-24 tahun melonjak dari 42 persen menjadi 53 persen sejak 2022 hingga 2026.

Sebaliknya, pemirsa di atas 65 tahun merosot dengan angka simetris sebesar 11 persen.

Rektor Universitas Canberra, Bill Shorten, yang meluncurkan laporan tersebut memberikan pandangan kritis mengenai kondisi media tradisional saat ini.

"I’ve read this report, and I do not feel the same sense of good news that is emanating from the bonhomie up the front," kata Bill Shorten.

Pernyataan mantan pemimpin Partai Buruh tersebut merujuk pada optimisme panel eksekutif media yang dihadiri perwakilan The Guardian, ACM, The Daily Aus, dan SBS.

Direktur Berita SBS, Mandi Wicks, menampik anggapan bahwa pertumbuhan penonton muda mengorbankan segmen pemirsa yang lebih tua.

"For us, older audiences have been very engaged, but it does give us food for thought if they value public service media a little bit less," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pelaksana ACM Tony Kendall menyoroti ancaman serius dari bot kecerdasan buatan yang melakukan penyalinan konten tanpa izin.

>>> Prancis vs Senegal: Susunan Pemain Laga Pembuka Grup I Piala Dunia 2026

"Last month we had 7.5 million bot scraping attempts on our sites. 3.5 million of those were successful," kata Kendall.