Endoxyla cinereus, yang lebih dikenal sebagai ngengat kayu raksasa, menyandang gelar sebagai kupu-kupu terberat di dunia.

Serangga asal Australia ini memiliki betina dengan lebar sayap mencapai 25 sentimeter dan berat sekitar 30 gram.

>>> Travel ke 190+ Negara dengan Biaya Kurang dari €4? Ini Caranya

Ukuran betina jauh lebih besar dibandingkan jantan yang hanya separuh ukurannya.

Perbedaan ukuran yang mencolok ini disebut dimorfisme seksual, yang pada spesies ini sangat ekstrem.

Habitat dan Gaya Hidup

Ngengat raksasa ini banyak ditemukan di hutan Queensland dan New South Wales.

Karena tubuhnya yang berat, mereka bukan penerbang ulung dan hanya terbang jika terpaksa.

Setelah metamorfosis, betina biasanya bertengger diam di batang pohon atau tunggul, menunggu jantan mendekat.

Jika Anda melihat ngengat besar berjemur di tunggul kayu putih, kemungkinan besar itulah dia.

Kehidupan nyata Endoxyla cinereus sebagian besar terjadi di balik layar.

>>> Robot Kini Bersekolah di China untuk Kuasai 45 Keterampilan

Larvanya hidup di dalam pohon selama dua hingga tiga tahun, membuat terowongan di kayu dan mendapat julukan "larva penyihir".

Mereka bersembunyi di bawah kulit kayu, aman dari predator dan cuaca ekstrem Australia.

Sebelum menjadi kepompong, larva memotong lingkaran di kulit kayu dan membangun barikade untuk menghalau musuh seperti semut.

Setelah dewasa, hidup ngengat ini sangat singkat.

Betina bertelur lalu mati, sementara jantan terbang mencari pasangan baru.

Menariknya, ngengat dewasa tidak makan sama sekali.

>>> Efek Kafein pada Otak Saat Tidur: Lebih Waspada, Kurang Pulih

Kombinasi umur pendek dan gaya hidup sangat tertutup menjelaskan mengapa ngengat raksasa ini jarang terlihat di alam liar.