Sebuah studi yang diterbitkan di Communications Biology mengungkap bagaimana kafein memengaruhi aktivitas otak saat tidur.

Peneliti menemukan bahwa kafein dapat membuat otak tetap lebih waspada dan reaktif, bahkan saat seseorang sedang tidur.

>>> Sering Ejakulasi Turunkan Risiko Kanker Prostat? Ini Kata Penelitian

Penelitian ini melibatkan 40 orang dewasa berusia 20 hingga 58 tahun, terdiri dari 19 wanita dan 21 pria.

Separuh peserta menerima dua kapsul yang masing-masing mengandung 100 mg kafein, setara dengan satu hingga dua cangkir kopi.

Separuh lainnya mendapat plasebo.

Para peserta tidur di laboratorium sementara aktivitas otak mereka diukur menggunakan elektroensefalografi (EEG). Data dikumpulkan dari dua malam yang tidak berurutan.

Perubahan Gelombang Otak Akibat Kafein

Hasilnya menunjukkan perubahan signifikan pada aktivitas gelombang otak setelah konsumsi kafein.

Pada tidur NREM, terjadi penurunan daya gelombang delta, theta, dan alfa yang penting untuk tidur nyenyak dan pemulihan.

Pada tidur REM, daya theta juga berkurang secara signifikan. Sementara itu, aktivitas gelombang sigma dan beta yang terkait dengan kewaspadaan justru meningkat.

Akibatnya, otak bergeser ke kondisi yang disebut para peneliti sebagai "rezim kritis".

>>> Makam Genghis Khan Muncul di Citra Satelit 800 Tahun Setelah Kematiannya

Dalam kondisi ini, otak lebih mampu memproses informasi, belajar, dan mengambil keputusan, namun kurang ideal untuk istirahat.

Dampak pada Kualitas Tidur

Karim Jerbi, salah satu pemimpin studi, mengatakan bahwa perubahan ini menunjukkan bahwa bahkan saat tidur, otak tetap dalam keadaan lebih aktif dan kurang restoratif di bawah pengaruh kafein.

Julie Carrier, profesor tidur yang terlibat dalam penelitian, menambahkan bahwa setelah mengonsumsi kafein, "otak tidak akan rileks atau pulih dengan baik."