Harga bensin dan solar di Selandia Baru mengalami penurunan pada Mei setelah sebelumnya naik selama dua bulan berturut-turut.

Data resmi dari Stats NZ menunjukkan tren penurunan ini terjadi pada sektor bahan bakar.

>>> Berapa Kekayaan Rakin Khan? Sosok yang Dikabarkan Dekat dengan Fuji Jadi Sorotan

Juru Bicara Harga dan Deflator Stats NZ, Nicola Growden, menyatakan bahwa harga bensin turun 3,8 persen dibandingkan April.

Sementara itu, harga solar merosot lebih tajam, yaitu 11,4 persen.

Penurunan tersebut terjadi setelah kenaikan signifikan pada Maret dan April. Meskipun turun secara bulanan, harga bahan bakar masih jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Secara tahunan, harga bensin naik 28,7 persen, sedangkan harga solar melonjak 76,8 persen dalam 12 bulan hingga Mei.

Angka ini menunjukkan tekanan harga yang masih berlanjut bagi konsumen.

Tarif Penerbangan dan Harga Pangan

Selain bahan bakar, tarif penerbangan juga menurun pada Mei. Harga tiket domestik turun 11,4 persen, sementara tarif internasional turun 5,5 persen.

Menurut Growden, penurunan tarif penerbangan internasional sejalan dengan tren historis pada bulan tersebut.

>>> Diduga 5,7 Juta Data Nasabah Bank Jatim Bocor, Bank Belum Beri Penjelasan Resmi

Namun, secara tahunan, tarif domestik masih naik 2,8 persen dan internasional naik 8,2 persen.

Di sisi lain, harga pangan justru menunjukkan kenaikan.

Pada basis bulanan, harga pangan naik 1 persen, terutama didorong oleh kenaikan harga bahan kebutuhan harian, buah-buahan, dan sayuran.

Kenaikan harga susu 2 liter standar menjadi kontributor terbesar, bersama dengan daging paha domba, paprika, dan mentega.

Dalam 12 bulan hingga Mei, harga pangan tahunan naik 3,2 persen.

Kelompok daging, unggas, dan ikan mencatat kenaikan harga terbesar, disusul oleh makanan restoran serta makanan siap saji.

>>> Bupati Sigi: Sejumlah Ruas Jalan Tertimbun Longsor Akibat Gempa

Data ini menunjukkan bahwa inflasi pangan masih menjadi tantangan bagi masyarakat Selandia Baru.