Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menekan angka kemiskinan dalam momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Ajakan tersebut disampaikan Asisten I Setda NTB Fathul Gani saat peringatan Tahun Baru Islam di Masjid Hubbul Wathan, Mataram, Selasa.

>>> Polres Rejang Lebong Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Gratis untuk Warga

Fathul menekankan bahwa pergantian tahun hijriah bukan sekadar perubahan angka kalender, melainkan momen refleksi dan evaluasi diri.

"Pergantian tahun adalah momentum penting untuk merenungkan apa yang telah dilakukan di tahun 1447 Hijriah sebagai modal menata langkah lebih baik di tahun 1448 Hijriah," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa perayaan tahun baru Islam berbeda dengan gegap gempita tahun baru masehi yang identik dengan terompet dan kembang api.

>>> Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji di NTB Aman Selama Libur Tahun Baru Islam

Menurut Fathul, sinergi kuat antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci utama agar program pembangunan daerah berjalan optimal.

Salah satu fokus utama pemerintah daerah pada tahun baru ini adalah pengentasan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah.

"Insya Allah, jika di tahun 1447 Hijriah angka kemiskinan masih tinggi, di tahun 1448 Hijriah mari kita sama-sama berikhtiar dan bekerja keras untuk menguranginya," kata Fathul.

>>> Gubernur Sulsel Sambut 392 Haji Kloter 21 di Makassar

Di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Pemprov NTB berkomitmen penuh menekan angka kemiskinan yang dinilai masih cukup tinggi pada tahun sebelumnya.