Para peneliti di Nanyang Technological University (NTU) Singapura berhasil menciptakan sel surya perovskite semi-transparan dengan ketebalan hanya sepersepuluh ribu lebar rambut manusia.

Temuan ini tidak hanya memecahkan rekor efisiensi energi untuk ketebalan tersebut, tetapi juga dapat digunakan hampir di mana saja—layaknya teknologi surya dalam mode siluman.

>>> Media Indonesia Rekomendasikan HP Terbaik 2026 untuk Menonton Konser

Berkat sifat semi-transparan dan warna netralnya, sel super tipis ini mampu menghasilkan listrik dari hampir semua permukaan sambil tetap sangat tidak mencolok.

Tidak seperti panel fotovoltaik konvensional, teknologi ini dapat diaplikasikan dengan mulus pada fasad bangunan tanpa mengganggu tampilan aslinya.

Keunggulan Perovskite di Perkotaan

Salah satu keunggulan utama sistem ini adalah penggunaan perovskite.

Material ini tidak hanya menyerap sinar matahari dengan sangat efisien, tetapi juga dapat diproduksi dengan biaya lebih rendah dibandingkan silikon standar.

Lebih penting lagi, sel surya baru ini tetap bekerja meskipun terkena cahaya tidak langsung atau tersebar—misalnya di ngarai perkotaan, di mana gedung-gedung tinggi sering menghalangi sinar matahari langsung.

Sifat ini sangat penting untuk pusat kota yang padat, di mana sel perovskite dapat terus berproduksi meskipun sinar matahari sulit dijangkau.

Teknik Industri untuk Film Ultra-Tipis

Untuk mencapai lapisan yang sangat tipis dan seragam, para ilmuwan menggunakan proses yang disebut evaporasi termal.

Teknik industri ini memanaskan material di dalam ruang vakum hingga menguap, lalu mengembunkannya sebagai film ultra-tipis pada permukaan.

Melalui pendekatan ini, tim berhasil menciptakan lapisan perovskite setebal hanya 10 nanometer—sekitar 10.000 kali lebih tipis dari rambut manusia.

>>> Kemenag Ungkap Alasan Penetapan 1 Muharam 1448 H pada Selasa