Pemerintah Amerika Serikat menawarkan akses dana segar sebesar US$300 miliar atau sekitar Rp5 kuadriliun untuk rekonstruksi Iran.

Tawaran ini diberikan jika Iran bersedia mematuhi kesepakatan perdamaian, seperti dilansir dari Investor Daily pada Selasa (16/6/2026).

>>> Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan

Dana bantuan finansial tersebut akan disalurkan melalui koalisi negara-negara Teluk.

Langkah ini bertujuan memulihkan kondisi ekonomi Iran yang selama ini tertekan sanksi internasional.

Pihak otoritas Amerika Serikat menegaskan investasi dari kawasan Teluk terbuka lebar selama Teheran menunjukkan komitmen nyata.

Syarat Perdamaian

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan persyaratan yang harus dipenuhi Iran.

>>> Cara Koreksi Data KJP Plus dan Aktivasi ATM untuk Transjakarta Gratis

"Kami sepenuhnya terbuka dengan langkah negara-negara Teluk untuk berinvestasi dalam rekonstruksi di Iran.

Asalkan, Iran mengakhiri program nuklirnya, menghilangkan uranium yang diperkaya, dan terbuka sepenuhnya terhadap pengawasan internasional," ucap Vance dalam wawancara bersama CBS News yang dikutip Sputnik.

Persyaratan transparansi tersebut dipandang esensial oleh Washington guna memastikan Iran tidak memproduksi senjata nuklir di masa depan.

Hal ini demi menjaga keamanan nasional Amerika Serikat.

>>> Argentina Waspadai Aljazair di Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026

Sikap ini sekaligus mengonfirmasi dokumen draf nota kesepahaman perdamaian yang sebelumnya sempat dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Mehr.