Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Ma'shum Faqih mengatakan syiar Islam tidak hanya dilakukan melalui kegiatan keagamaan formal, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aktivitas yang melibatkan masyarakat secara luas.

>>> Cara Koreksi Data KJP Plus dan Aktivasi ATM untuk Transjakarta Gratis

Menurut dia, pendekatan yang lebih dekat dan menggembirakan dapat membuat nilai-nilai Islam lebih mudah diterima sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Karena itu, berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan silaturahim dinilai penting untuk terus dikembangkan dalam menyambut Tahun Baru Hijriah.

PBNU Dorong Syiar Islam yang Dekat dengan Masyarakat

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Ma'shum Faqih menegaskan syiar Islam perlu dilakukan dengan cara yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

"Syiar Islam tidak hanya dilakukan melalui pengajian, tetapi juga berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat secara luas, memberikan manfaat langsung, dan mempererat tali persaudaraan," katanya usai mengikuti Gowes 1 Muharram di Lamongan, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026).

Menurut anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Kabupaten Tuban tersebut, Tahun Baru Islam sebaiknya diisi dengan berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kepedulian sosial.

Ia menilai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam secara lebih inklusif dan mudah diterima.

Ma'shum menjelaskan bahwa kegiatan yang menggabungkan unsur olahraga, silaturahim, dan keagamaan memiliki dampak positif bagi masyarakat.

Selain menyehatkan, kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk mempererat hubungan sosial.

Menurut dia, model kegiatan seperti itu mampu menghadirkan suasana yang lebih akrab sekaligus menjadi media syiar yang efektif.