Pertandingan perdana Grup G Piala Dunia 2026 antara Iran dan Selandia Baru di Los Angeles Stadium pada Selasa (16/6) pagi WIB berakhir imbang 2-2.

Stadion dipadati oleh ribuan suporter yang membawa bendera Iran, memicu pertanyaan karena adanya larangan masuk bagi warga Iran ke Amerika Serikat.

>>> Daftar Lengkap Harga iPhone Resmi di iBox Indonesia per April 2026

Pemerintah AS melarang warga Iran masuk langsung karena kebijakan penangkalan imigran gelap dan kekhawatiran penyusupan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), seperti dilansir Reuters.

Ternyata, penonton yang memadati stadion adalah diaspora Iran yang sudah menetap di AS. Los Angeles dikenal sebagai rumah bagi komunitas diaspora Iran terbesar di dunia.

Tribun Terbelah Akibat Perbedaan Politik

Kondisi di tribun stadion dilaporkan pecah menjadi dua kubu akibat perbedaan pandangan politik terhadap pemerintah Republik Islam Iran yang berkuasa.

>>> Promo Produk Segar Hypermart Jawa 14-18 Mei 2026, Diskon Daging hingga Buah

Sebagian suporter yang kontra membentangkan bendera Iran berlambang Singa dan Matahari, identitas nasional sebelum Revolusi Islam 1979.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) belum memberikan tanggapan resmi terkait adanya unsur muatan politik di dalam stadion.

>>> Austria Hadapi Yordania pada Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026

Di lapangan, Selandia Baru unggul dua kali melalui Elijah Just, namun Iran mampu menyamakan kedudukan lewat gol Rezaeian dan Mohebi.