Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengumumkan bahwa wasit Shaun Evans tidak terbukti melakukan gestur kebencian di Piala Dunia 2026.

Komite Disiplin independen FIFA menyatakan tidak ada bukti pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA setelah menyelidiki insiden yang melibatkan asisten wasit video asal Australia tersebut.

>>> Prancis Buru Kemenangan Perdana atas Senegal di Piala Dunia 2026

Sebelumnya, Evans tertangkap kamera melakukan gerakan tangan yang dikaitkan dengan simbol supremasi kulit putih saat pertandingan Jerman melawan Curacao.

Evans memberikan klarifikasi tertulis, menyatakan bahwa gerakan itu adalah kedutan tidak disengaja dan tidak disadari.

>>> Lia ITZY Bagikan Tips Rahasia Miliki Postur Tubuh Tegak

Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk membuat simbol kebencian dan menyesali kesalahpahaman yang terjadi.

>>> Kegagalan Skuad Garuda ke Piala Dunia Bikin Suporter Gundah

Meskipun kontroversi, Evans berkomitmen menyelesaikan tugasnya di Piala Dunia 2026.