Qualcomm Technologies resmi meluncurkan Snapdragon Reality Elite Platform di ajang Augmented World Expo (AWE) 2026.

Platform ini dirancang untuk mendukung komputasi spasial imersif pada berbagai perangkat, mulai dari headset all-in-one hingga kacamata AR ringan.

>>> Kiper Tanjung Verde Vozinha Cetak Rekor Berkat Tahan Imbang Spanyol

Snapdragon Reality Elite membawa peningkatan arsitektur signifikan dibanding generasi sebelumnya. Fokus utamanya adalah kecerdasan buatan on-device, ketajaman visual, dan efisiensi termal.

Performa AI Generatif On-Device

Platform ini mengandalkan Qualcomm Hexagon NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 48 TOPS.

Kemampuan ini memungkinkan eksekusi model bahasa besar (LLM) dan model visi besar (LVM) langsung di perangkat tanpa bergantung pada cloud.

Sebagai perbandingan, kapasitas ini melampaui Apple Vision Pro yang memiliki 38 TOPS.

Platform ini mendukung model seperti Llama 3B dengan kecepatan hingga 45 token per detik dan Stable Diffusion untuk gambar 512x512 dalam 1,7 detik.

Fitur AI lainnya mencakup pembuatan objek real-time berbasis LVM, agen interaktif/NPC, serta avatar fotorealistik menggunakan Gaussian Splatting.

Pelacakan lingkungan, kepala, tangan, dan responsivitas VST juga ditingkatkan untuk interaksi yang lebih alami.

Peningkatan Grafis dan Efisiensi

Dibandingkan chipset Snapdragon XR2+ Gen 2, Reality Elite menawarkan peningkatan performa NPU hingga 160%, GPU 60%, dan CPU 30% pada daya yang setara.

Konsumsi daya GPU dan CPU juga turun masing-masing hingga 64% dan 45% pada performa identik.

Platform ini mendukung resolusi layar hingga 4,4K per mata pada 90 FPS, dilengkapi ray tracing akselerasi hardware, mesh shading, dan arsitektur slice.

>>> Tips Makeup Wisuda Tahan Lama dan Flawless Sepanjang Hari

Bandwidth DDR juga meningkat 30% untuk mengoptimalkan transfer data.