Qualcomm resmi memperluas strategi bisnis semikonduktor dengan meluncurkan Dragonwing sebagai merek chip baru yang menyasar pasar perusahaan, industri, jaringan, dan infrastruktur pusat data.

Sebelumnya, Dragonwing digunakan khusus untuk solusi industri dan Internet of Things (IoT). Kini cakupannya diperlebar untuk menaungi portofolio komputasi perusahaan, kecerdasan buatan (AI), robotika, dan jaringan telekomunikasi.

>>> Taylor Swift Rilis Lagu Tema Toy Story 5 Jumat Ini

Langkah ini dipicu oleh lonjakan permintaan komputasi AI global yang mendorong investasi besar-besaran pada infrastruktur data center.

Qualcomm memanfaatkan momentum ini untuk mendiversifikasi pendapatan di luar pasar smartphone yang pertumbuhannya melambat.

Pengembangan ekosistem Dragonwing telah dilakukan Qualcomm secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Lini produk ini mencakup prosesor robot industri, perangkat edge AI, dan platform otomasi jaringan telekomunikasi.

Beberapa varian yang sudah diperkenalkan antara lain Dragonwing IQ Series untuk robotika dan Dragonwing Q Series untuk perangkat IoT serta sistem komputasi industri.

Fokus pada Beban Kerja AI dan Target Komersial

Fokus utama Dragonwing di data center adalah mengelola beban kerja AI, termasuk proses inferensi model generatif.

Inferensi adalah tahapan saat model AI yang sudah dilatih mulai menghasilkan jawaban atau prediksi secara real-time.

Sebelum strategi merek ini diumumkan, Qualcomm telah memperkenalkan dua chip AI khusus data center, yaitu AI200 dan AI250.

>>> Ilmuwan Ungkap Rahasia Struktur Roda Kereta Raksasa di Tempat Lahir Bintang

Kedua produk tersebut dioptimalkan untuk kapasitas memori dan efisiensi biaya operasional perusahaan komersial.

Chip AI200 dan AI250 dijadwalkan masuk ke tahap komersial pada tahun 2026 dan 2027.

Langkah ini memperkuat visi global perusahaan untuk menghadirkan komputasi AI terintegrasi di seluruh spektrum perangkat modern.