Pembaruan perangkat lunak terbaru pada smart TV LG kembali memicu perdebatan tentang privasi konsumen.

Ketentuan layanan AI baru menyebutkan bahwa pengguna bertanggung jawab memberi tahu orang lain bahwa suara mereka mungkin terekam oleh televisi.

>>> Kemenperin Integrasikan IKM Olahan Singkong ke Rantai Pasok Industri Besar

Masalah ini mencuat setelah investigasi oleh Gamers Nexus, yang meneliti kebijakan baru LG serta keluhan terpisah tentang perangkat lunak monitor LG yang terinstal otomatis melalui Windows Update.

Tanggung Jawab Pengguna dalam Ketentuan AI Baru LG

Menurut investigasi, pembaruan webOS LG memperkenalkan ketentuan layanan berbasis AI yang menyatakan bahwa pengguna wajib mendapatkan persetujuan dari siapa pun yang suaranya mungkin direkam oleh TV.

Ketentuan tersebut juga menginstruksikan pemilik untuk memberi tahu anggota rumah tangga dan tamu bahwa suara mereka mungkin diproses sesuai dengan hukum penyadapan dan privasi yang berlaku.

Gamers Nexus mempertanyakan seberapa praktis persyaratan tersebut dalam situasi sehari-hari. Banyak pengguna mungkin tidak pernah membaca ketentuan panjang itu atau tidak bisa mendapatkan persetujuan dari setiap pengunjung.

Pembaruan juga memperingatkan bahwa pengguna yang menolak ketentuan baru bisa kehilangan akses ke pembaruan keamanan tertentu.

Hal ini menciptakan pilihan antara menjaga preferensi privasi atau terus menerima dukungan perangkat lunak.

>>> JD Vance Tuding Pejabat Israel Manipulasi Opini Publik AS Gagalkan Kesepakatan Iran

Kaitan dengan Masalah Privasi LG Sebelumnya

Laporan tersebut mencatat bahwa pengungkapan baru ini mengikuti penyelesaian dengan Jaksa Agung Texas atas tuduhan bahwa LG mengumpulkan data tampilan smart TV tanpa persetujuan pengguna.

Sebagai bagian dari perjanjian itu, LG diwajibkan memberikan pengungkapan yang lebih jelas tentang bagaimana informasi tampilan dapat dikumpulkan dan digunakan.