Fenomena 'boy sober' tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Tren ini mendorong wanita untuk berhenti berkencan, tidak berhubungan seks, dan menjauh dari validasi laki-laki demi fokus pada diri sendiri serta menjaga kesehatan mental.

>>> Wang Zhiyi Kalahkan Putri Kusuma Wardani di Perempat Final Japan Open 2026

Sebagian wanita bahkan merayakan satu tahun menjalani hidup melajang dan selibat dengan mengadakan pesta kecil atau memesan kue khusus.

Fenomena ini disebut memiliki kemiripan dengan gerakan 4B di Korea Selatan yang menolak pacaran, seks, pernikahan, dan memiliki anak sebagai bentuk protes terhadap budaya misogini.

Pakar hubungan Sera Bozza mengatakan tren tersebut muncul karena banyak orang mulai lelah dengan dunia kencan saat ini.

"Banyak orang kelelahan dengan dunia kencan.

Mereka lelah menghadapi ghosting, hubungan tanpa kejelasan, pasangan yang tidak siap berkomitmen, hingga energi yang habis hanya untuk mencari pasangan," ujarnya, seperti dikutip dari NT News.

Penulis dan podcaster Dee Salmin menjadi salah satu yang menjalani boy sober selama hampir tiga tahun.

Awalnya hal itu terjadi saat pandemi, tetapi justru membuatnya menyadari hidupnya terasa lebih damai.

"Untuk pertama kalinya saya tidak berkencan, tidak menggunakan aplikasi kencan, dan saya sangat menyukainya," katanya.

>>> Craig Melvin Bicara soal Penyusup 'TODAY' Show Sehari Setelah Insiden

Salmin mengaku jeda tersebut membantunya berhenti mencari validasi dari laki-laki dan meningkatkan rasa percaya diri sehingga tidak lagi mau bertahan dalam hubungan yang hanya memberikan usaha seadanya.

Fenomena ini juga didukung data.

Laporan Sex Trends dari Lovehoney menunjukkan Gen Z rata-rata hanya berhubungan seks 36 kali per tahun, jauh lebih sedikit dibanding kelompok usia 46-61 tahun yang rata-rata 62 kali per tahun.