Sejumlah mal di Surabaya yang berada di bawah naungan Pakuwon Group mendadak memasang pagar di sekeliling area mereka.

Langkah ini memicu perbincangan hangat di media sosial.

>>> Semifinal SEA V Cup 2026: Timnas Voli Indonesia Hadapi Vietnam

Banyak warganet menduga pemasangan pagar tersebut sebagai antisipasi terhadap lesunya ekonomi. Namun, pengelola dengan tegas membantah anggapan itu.

Mal-mal yang mulai dipasangi pagar antara lain Pakuwon Mall di Surabaya Barat, Royal Plaza di Surabaya Selatan, dan Pakuwon City Mall di Surabaya Timur.

Penjelasan Pengelola

Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menegaskan bahwa pemasangan pagar tidak ada kaitannya dengan kondisi ekonomi atau situasi sosial-politik.

"Kami yakin Indonesia aman sejahtera, NKRI harga mati," ujarnya, Jumat (17/7).

Ia justru menyebut kondisi bisnis retail Pakuwon Group sedang baik pada semester pertama 2026. "Laporan keuangan kami bisa dicek karena perusahaan terbuka," tambahnya.

Menurut Sutandi, pemasangan pagar di setiap mal memiliki latar belakang berbeda.

Di Pakuwon Mall, pagar dibangun untuk mengantisipasi kecelakaan pengunjung akibat pembangunan jalan raya Radial Road yang baru selesai.

>>> Amazon Ganti Pemeran Utama Serial God of War Usai Cedera Parah

Sementara di Royal Plaza, pagar lama yang sudah berusia hampir 10 tahun dan keropos diganti dengan yang lebih kokoh.

"Karena waktu pemasangan berdekatan, kami rencanakan bersama, termasuk di Pakuwon City Mall," jelasnya.

Tunjungan Plaza (TP) di pusat kota akan menjadi mal berikutnya yang dipasangi pagar. Sutandi tidak menampik bahwa maraknya demonstrasi di Gedung Negara Grahadi turut menjadi pertimbangan.

"Daripada keamanan harus bolak-balik menggeret barikade," katanya.

Sutandi menganalogikan pagar mal seperti pagar rumah pribadi yang berfungsi untuk keamanan.

Ia juga menyinggung luas kawasan yang dikelola Pakuwon Group seluas 600 hektare sebagai alasan wajar pemasangan pagar.

Ia kembali menegaskan bahwa kondisi keuangan dan operasional perusahaan masih sesuai proyeksi. "Mall masih ramai, tidak ada kekhawatiran seperti itu," ujarnya.

>>> AHM Tanggapi Keluhan Vario Evo 160 Rembes Usai Sehari Dipakai

Di akhir, Sutandi menyampaikan apresiasi atas perhatian warganet terhadap pembangunan pagar yang dilakukan grupnya.