PT Pertamina Patra Niaga mengungkap penyebab antrean pembelian BBM di sejumlah SPBU di Medan dan wilayah Sumatra lainnya.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman menyatakan bahwa antrean terjadi karena fenomena panic buying atau pembelian berlebihan.

>>> Persib Isyaratkan Buru Pemain Asing Baru Usai Lepas Frans Putros

Kondisi ini dipengaruhi oleh pergeseran konsumsi masyarakat ke BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Solar.

Taufik menjelaskan bahwa peningkatan volume penyerapan BBM subsidi menyebabkan distribusi ke lembaga penyalur terlambat merespons kebutuhan di lapangan.

Meski demikian, ia memastikan stok BBM dan LPG nasional saat ini masih terkendali dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak antrean dan pembelian panik BBM di Sumatra.

Langkah Percepatan Normalisasi

Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina Patra Niaga melakukan sejumlah langkah seperti menambah pasokan dan mengatur pola distribusi BBM.

Langkah tersebut meliputi penambahan armada, perpanjangan jam operasional SPBU, serta percepatan penyaluran dari depo ke SPBU.

Pertamina juga berkoordinasi dengan Forkopimda setempat untuk mempercepat normalisasi kondisi di lapangan.

>>> INDY Bungkam Rumor Jual Kideco, Kontribusi Pendapatan Capai 72,8%

Direktur Optimasi Hilir & Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo mengatakan Integrated Terminal Medan Group beroperasi 24 jam.

Fuel Terminal Pematang Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe juga dioptimalkan beroperasi 24 jam untuk mendukung percepatan penyaluran BBM ke SPBU di Sumatera Utara.

Sejumlah SPBU di Kota Medan dioperasikan 24 jam agar masyarakat tetap dapat memperoleh BBM dengan lebih mudah.

Pertamina Patra Niaga telah menambah armada melalui skema spot charter sebanyak 30 unit mobil tangki yang difokuskan untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU.

Penguatan Awak Mobil Tangki (AMT) oleh Elnusa Petrofin terus diperkuat melalui kerja sama dengan TNI guna mendukung kelancaran distribusi.

Hari menegaskan tidak ada aksi mogok kerja Awak Mobil Tangki. Perusahaan berkomitmen menjaga keandalan distribusi BBM sesuai standar.

>>> Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Digitalisasi dan HSSE

Ia menambahkan bahwa setiap pelanggaran yang mengganggu distribusi akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.