Debit Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, menyusut drastis seiring berkurangnya curah hujan selama musim kemarau.

Tinggi muka air (TMA) di Bendung Katulampa mencapai nol sentimeter sejak dua hari terakhir.

>>> Rampung Diperiksa 18 Pertanyaan soal Kasus Asabri, Febrie Tak Ditahan

Petugas Bendung Katulampa Subhan mengatakan kondisi TMA nol sentimeter masih bertahan hingga Jumat (16/7).

"Untuk ketinggian TMA di Bendung Katulampa memang sejak dua hari kemarin ketinggiannya di nol sentimeter (cm). Iya sampai sekarang masih bertahan di nol sentimeter," kata Subhan.

Surutnya debit air membuat batu-batu besar di dasar Sungai Ciliwung di kawasan Bendung Katulampa terlihat jelas.

Pemandangan yang biasanya dipenuhi arus deras saat musim hujan kini berganti menjadi genangan-genangan kecil di bawah fondasi bendung.

"Betul, sampai kelihatan batu-batunya, ya saking menyusutnya ya. Kondisi TMA kan nol sentimeter, jadi sampai dasar sungai juga kelihatan," kata Subhan.

Menurut Subhan, kondisi tersebut juga memperlihatkan sedimentasi di dasar sungai yang selama ini tertutup aliran air.

Ia mengatakan pihaknya berencana melakukan kerja bakti bersama warga dan komunitas untuk mengangkat endapan sedimen.

"Tapi memang di kondisi ini memang sedimentasi di dasar sungai juga jadi kelihatan, biasanya kita gotong royong, kerja bakti sama warga, sama komunitas, itu nanti mungkin akan diadakan, untuk mengangkat sedimennya, jadi kita gali," tambahnya.

>>> Jeda Balap, Veda Ega dan Mario Aji Cari Batik di Jakarta

Subhan menjelaskan penyusutan debit air dipicu minimnya hujan di kawasan hulu Sungai Ciliwung, Puncak, Bogor, dalam sekitar dua pekan terakhir.

Akibatnya, pasokan air yang mengalir ke Bendung Katulampa terus berkurang.