Partai puncak Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dan Spanyol di New York dibayangi ancaman kabut asap.

Kabut tersebut berasal dari kebakaran hutan di Kanada yang telah menyelimuti sebagian wilayah timur laut Amerika Serikat.

>>> Jersey Pele di Final Piala Dunia 1958 Terjual Rp87,9 Miliar

Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan kualitas udara.

Meski prakiraan cuaca menunjukkan kondisi akan membaik, polusi udara tetap menjadi kekhawatiran utama bagi kesehatan pemain dan suporter.

Lebih dari 80.000 penonton dijadwalkan memadati stadion di kawasan New York-New Jersey.

Selain itu, sekitar 50.000 orang diperkirakan berkumpul di Central Park, Manhattan, untuk menyaksikan pertandingan melalui layar lebar.

Pakar Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan

Pemerintah Kota New York mulai merasakan dampak kabut asap sejak awal pekan dan mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan.

Pada Kamis, kualitas udara di New Jersey, lokasi stadion final, masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

>>> Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Dunia

Ahli meteorologi AccuWeather, Alex DaSilva, mengatakan wilayah dengan asap terpadat dapat menyebabkan masalah pernapasan.

Ia menyarankan mereka yang sensitif atau memiliki masalah pernapasan untuk tetap di dalam ruangan selama mungkin.

DaSilva optimistis kondisi udara akan membaik menjelang laga. "Akan hujan deras pada hari Sabtu, jadi itu seharusnya menghilangkan banyak asap.

Minggu pagi, saya pikir kita akan melihat front dingin datang dan mengusir sisa asap," ujarnya.

Gubernur New York, Kathy Hochul, juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan hingga kualitas udara membaik.

>>> FIFA Tiru NBA, Berikan Cincin Mewah untuk Juara Piala Dunia 2026

Fenomena asap akibat kebakaran hutan di Kanada memang kerap memengaruhi wilayah AS dalam beberapa tahun terakhir.