Pemerintah Indonesia mendorong partisipasi lebih banyak negara dalam World AI Cooperation Organization (WAICO). Organisasi internasional ini fokus pada kerja sama dan tata kelola kecerdasan buatan (AI).

Hingga saat ini, sebanyak 29 negara telah menandatangani deklarasi pendirian WAICO. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Indonesia tidak menjadi satu-satunya anggota pendiri.

>>> North West Akrab dengan Bianca Censori saat Belanja Bareng Kanye West

Dari kawasan ASEAN, lima negara menjadi pendiri WAICO, yaitu Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, dan Laos.

Seluruh anggota Eurasian Economic Union (EAEU) juga ikut serta, meliputi Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia.

Kelompok BRICS diwakili oleh Brasil, Rusia, Tiongkok, Ethiopia, dan Afrika Selatan. Sementara dari Afrika bergabung Kenya, Republik Demokratik Kongo, Kamerun, Lesotho, Mozambik, Senegal, dan Zambia.

Partisipasi juga datang dari Amerika Latin melalui Kuba, Nikaragua, dan Venezuela.

>>> Airlangga Temui Huawei dan ByteDance, Dorong Investasi AI dan Digital

Dari Timur Tengah terdapat Oman, dari Asia Selatan dan Asia Tengah bergabung Pakistan, Tajikistan, serta Uzbekistan, sedangkan Serbia mewakili Eropa Timur.

Airlangga mengungkapkan bahwa pendaftaran sebagai negara pendiri WAICO masih dibuka hingga 31 Juli 2026. Jumlah anggota pendiri berpotensi bertambah karena batas waktu pendaftaran belum berakhir.

Keikutsertaan Indonesia sebagai anggota pendiri merupakan wujud komitmen dalam membangun tata kelola AI global.

>>> Istri Gerebek Suami Bareng Pelakor di KRL, Berakhir Damai

Indonesia ingin memastikan perkembangan AI berjalan inklusif, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat merata bagi semua negara.