Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah membuka kemungkinan mengurangi anggaran pertahanan dan kepolisian apabila langkah tersebut diperlukan untuk menghilangkan kemiskinan di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada Panen Raya TNI Terintegrasi dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

>>> J Trust Golf Tournament 2026 Diikuti 93 Peserta, Jadi Ajang Networking Nasabah dan Pengusaha

Awalnya, Prabowo mengatakan pemerintah akan terus melakukan penghematan anggaran untuk mendukung berbagai program prioritas.

"Kita hilangkan kemiskinan dan kelaparan, apalagi kemiskinan ekstrem. Insyaallah, saudara-saudara, kita akan hemat anggaran," kata Prabowo.

Ia kemudian menyebut efisiensi anggaran dapat dilakukan di berbagai sektor, termasuk pertahanan dan kepolisian.

"Kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," ujar dia.

Prabowo lantas meminta tanggapan jajaran TNI dan Polri yang hadir dalam acara tersebut.

"Rela TNI? Rela polisi?"

tanya Prabowo.

Setelah mendapat jawaban dari peserta, Prabowo kembali menimpali, "Rela ya? Ikhlas?

Kok ikhlas…"

Menurut Prabowo, kekuatan pertahanan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyat.

>>> Kepala BGN Absen Sakit, Komisi IX DPR Desak Aturan MBG Ditulis Resmi

"Saudara-saudara, pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera," kata Prabowo.

Ia menilai seluruh rakyat akan menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan negara apabila kehidupan mereka terjamin.

"Seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat," ujarnya.

Dalam pidato yang sama, Prabowo juga mengapresiasi keterlibatan TNI dan Polri dalam berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pembangunan jembatan, penyediaan akses air, hingga mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Hari ini saya bangga, saya bahagia, saya merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga berapa ribu air.

Janganlah terlalu, apalah, kenapa TNI, polisi ikut di sawah," kata Prabowo.

Ia menegaskan kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membantu mengatasi kesulitan rakyat.

"Enggak. Ini Indonesia.

TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat. Kalau di negara lain itu urusan kau.

>>> EA Lihat Peluang Besar Iklan Dalam Game, Harus Dibangun Sejak Awal

Enggak usah terlalu banyak urusan kita. Lo juga enggak kasihan sama kita," tutur Prabowo.