Sasaki and Peeps Season 2 telah tayang dengan episode perdana yang langsung menunjukkan konsistensi gaya uniknya.

Serial ini dikenal karena campuran genre yang tidak biasa: politik kerajaan fantasi, spionase korporat, pembunuh bayaran, psikik, malaikat, dan iblis, semuanya berpusat pada seorang karyawan kantoran paruh baya dengan burung pipit yang bisa bicara.

Musim pertama menolak memilih satu genre saja. Keajaibannya justru pada mengambil semua yang ada di menu.

Episode pertama Season 2 langsung menunjukkan bahwa serial ini semakin mantap dengan identitasnya.

Episode 1 langsung melempar penonton ke tengah intrik politik. Adegan dimulai di ruang konferensi bersama Shizuka dan rekan-rekannya, lalu melompat ke Sasaki yang pulang menemui Peeps.

Tak lama kemudian, Count Müller datang meminta bantuan karena putrinya diculik Duke Einhart.

Peeps, burung pipit Jawa yang juga penyihir brilian, dengan tenang menyusun strategi bersama Sasaki. Inilah kekuatan utama serial ini: negosiasi tenang dan dewasa di tengah situasi absurd.

Adonis muncul memberitahu rencana memberikan tanah dan gelar Count kepada Sasaki. Peeps senang dan mengatakan punya rencana menghadapi Kekaisaran Ohgen.

Para pemain mulai mengatur papan catur.

Salah satu hal yang membuat serial ini tetap berfungsi adalah komitmen penuhnya terhadap absurditas. Peeps, burung bicara yang menggemaskan, diterima begitu saja oleh karakter lain tanpa pertanyaan.

Di akhir musim pertama, ia jarang dijadikan bahan lelucon, dan melihatnya bertindak seperti orang dewasa memudahkan penonton menerima keanehan lainnya.

Episode ini langsung menyelami politik faksi, menandakan bahwa persiapan musim pertama sudah selesai. Para protagonis mulai menghadapi konsekuensi dari pilihan mereka.

Ini bukan lagi tentang karyawan yang membawa barang modern ke dunia fantasi. Orang-orang membuat keputusan yang benar-benar memengaruhi orang lain.