Indonesia resmi menjadi salah satu anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi internasional yang dibentuk untuk memperkuat kerja sama global dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (AI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia telah menandatangani Agreement on the Establishment of WAICO dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, China.

>>> Presiden Prabowo soal Harga Beras: Suruh Tanam Sendiri

Keikutsertaan Indonesia sebagai negara pendiri merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 13 Juli 2026.

"Penandatanganan ini merupakan momentum bersejarah," ujar Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jumat (17/7/2026).

Pembentukan WAICO sejalan dengan pandangan Presiden China Xi Jinping yang menekankan bahwa pengembangan AI tidak boleh didominasi satu negara, melainkan hasil kolaborasi internasional.

Menurut Airlangga, pandangan tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menempatkan penguasaan teknologi, termasuk AI, sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing nasional.

"Indonesia sedang disiapkan juga roadmap untuk pengembangan artificial intelligence," tambahnya.

Status sebagai anggota pendiri memberikan peluang bagi Indonesia untuk berperan aktif dalam penyusunan kebijakan, pengembangan tata kelola AI global, hingga pembentukan kelembagaan WAICO.

>>> Tom Brady Celupkan Rob Gronkowski ke Tangki Saus Cane's

Pemerintah menilai posisi tersebut penting untuk memastikan pengembangan AI selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Airlangga juga menyoroti potensi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar US$130 miliar pada tahun ini dan berpotensi meningkat menjadi US$366 miliar pada 2030.

Potensi tersebut sejalan dengan pembahasan Digital Economic Framework Agreement (DEFA) di ASEAN yang ditargetkan dapat ditandatangani pada masa keketuaan Filipina tahun ini.

Melalui kerja sama tersebut, ekonomi digital ASEAN diproyeksikan meningkat dari US$1 triliun menjadi US$2 triliun, sementara potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan bertambah dari sekitar US$400 miliar menjadi US$600 miliar.

"Ini bukan sesuatu yang baru, tetapi bagi Indonesia sudah berproses.

>>> Prabowo: Indonesia Diproyeksikan Jadi Negara Terkaya Keempat Dunia pada 2050

Di Indonesia sendiri sudah diluncurkan Industri 4.0 pada 2018, di mana salah satu komponennya adalah AI," pungkasnya.