BRIN Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Akurasi Penilaian Varietas Cabai
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengevaluasi pertumbuhan varietas cabai secara lebih akurat.
Inovasi ini diharapkan mendukung pemuliaan tanaman dan menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis data di sektor pertanian.
>>> Trump Pastikan Hadiri Final Piala Dunia 2026
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) BRIN, Devi Munandar, mengatakan pertumbuhan tanaman cabai sering berbeda meski ditanam di lahan yang sama.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik varietas dan kondisi lingkungan.
"Perbedaan pertumbuhan ini banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik karakteristik varietas maupun kondisi lingkungan.
Tantangannya adalah bagaimana menangkap pola-pola kompleks dari data yang menyimpan interaksi multivariabel tersebut," ujar Devi.
Tim peneliti mengembangkan model AI yang mampu menganalisis pola pertumbuhan tanaman berdasarkan berbagai faktor, termasuk perubahan dari waktu ke waktu.
Pendekatan ini menghasilkan prediksi pertumbuhan tanaman yang lebih akurat dibandingkan metode analisis konvensional.
Penelitian ini merupakan kolaborasi antara PRSDI BRIN dan Pusat Riset Hortikultura BRIN.
Pengujian dilakukan menggunakan sembilan varietas cabai besar yang ditanam di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang, Jawa Barat, pada September hingga Oktober 2023.
>>> Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Bekas Tambang hingga Maret 2026
Hasil penelitian menunjukkan model AI mampu meningkatkan akurasi evaluasi pertumbuhan tanaman.
BRIN juga memperkenalkan indikator baru bernama Varietal Purity Index (VPI) untuk mengukur tingkat keseragaman pertumbuhan setiap varietas cabai.
Berdasarkan pengamatan selama delapan minggu, enam dari sembilan varietas menunjukkan pola pertumbuhan seragam.
Tiga varietas lainnya, yakni Pilar, Megatop, dan Sari, masih memperlihatkan variasi pertumbuhan yang cukup tinggi.
Devi mengatakan inovasi ini diharapkan membantu peneliti dan pemulia tanaman dalam menyeleksi varietas unggul secara lebih cepat dan objektif.
Ke depan, teknologi ini berpotensi dikembangkan menjadi sistem pendukung keputusan bagi sektor pertanian.
"Hasil ini dapat menjadi salah satu komponen pendukung decision support system dalam evaluasi konsistensi pertumbuhan varietas cabai besar," kata Devi.
>>> Guardiola Sebut 3 Pemain Kunci Spanyol untuk Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026
Pemanfaatan AI dalam riset pertanian menjadi langkah untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat pengembangan varietas tanaman yang lebih unggul sesuai kebutuhan petani.
Update Terbaru
Belajar Geologi dan Sejarah Bumi di Museum Geologi Bandung
Jumat / 17-07-2026, 20:35 WIB
Bank Mandiri Dorong Ekonomi Sirkular di Road to INACRAFT Festival 2026
Jumat / 17-07-2026, 20:35 WIB
STY Pastikan Persija Turunkan Skuad EPA di Piala Presiden 2026
Jumat / 17-07-2026, 20:35 WIB
OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri Depok, Likuidasi Ditangani LPS
Jumat / 17-07-2026, 20:35 WIB
Maxim Klaim Pendapatan Mitra Naik 5% Setelah Komisi Dipangkas Jadi 8%
Jumat / 17-07-2026, 20:35 WIB
Cucurella Berjanji Tato Wajah De la Fuente Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 20:35 WIB
Brenda Fricker, Bintang 'Home Alone 2', Meninggal di Usia 81
Jumat / 17-07-2026, 20:33 WIB
CNN Indonesia Buka 38 Posisi Magang Nasional 2026, Cek Daftarnya
Jumat / 17-07-2026, 20:33 WIB
BRI Gelar KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Promo Spesial
Jumat / 17-07-2026, 20:33 WIB
Persis Solo Resmi Rekrut Feby Eka Putra, Target Promosi ke BRI Super League
Jumat / 17-07-2026, 20:28 WIB
Prancis vs Inggris: Panggung Perpisahan Deschamps dan Ambisi Rekor Mbappe
Jumat / 17-07-2026, 20:28 WIB
Moon Seung Yu Resmi Bergabung dengan Mint ENT, Siapkan Dua Drama Baru
Jumat / 17-07-2026, 20:28 WIB
Prabowo Beri Waktu 30 Hari untuk BGN Benahi MBG
Jumat / 17-07-2026, 20:28 WIB
Baku Hantam di Rapat DPRD Riau, Golkar Minta Maaf
Jumat / 17-07-2026, 20:28 WIB







