Memasuki puncak musim kemarau, debit air di Sungai Cisadane Pintu Air 10, Kota Tangerang mengalami penyusutan hingga 12 persen.

Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian Cisadane mengambil langkah dengan menutup seluruh pintu air di Bendung Pasar Baru.

>>> Bahlil Kelakar soal Kacamata Hitam Nusron: Mungkin Sedih Inggris Kalah

Kepala Balai UPT DAS Cidurian Cisadane, Didik Purwanto, mengatakan penurunan debit air 12 persen merupakan fenomena yang selalu terjadi setiap musim kemarau.

"Tapi kondisi tahun ini lebih ekstrem akibat curah hujan yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Didik, Kamis (16/7).

Penutupan pintu air bertujuan menjaga ketersediaan air baku bagi masyarakat dan mempertahankan tinggi muka air di bagian hulu.

Dengan demikian, pasokan air ke instalasi pengolahan air serta kebutuhan irigasi pertanian tetap terpenuhi.

Saat ini, Balai DAS Cidurian Cisadane tengah berkoordinasi dengan Perumda Air Minum (PDAM) untuk melakukan normalisasi atau dredging di area intake.

>>> Bukan soal Galak atau Ditakuti, Ini 7 Ciri Orang Berwibawa

Langkah ini dilakukan agar proses pengambilan air baku tetap optimal selama musim kemarau.

Didik menjelaskan, pasokan air baku untuk kebutuhan masyarakat dan irigasi pertanian saat ini masih dalam kondisi aman.

Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan debit air secara berkala.

"Jika kondisi kekeringan semakin ekstrem, kami akan menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar pasokan air baku, kebutuhan irigasi, serta fungsi pengendalian banjir tetap berjalan dengan baik," jelas Didik.

>>> Iran Lanjutkan Serangan ke Pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania

Ia mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau sebagai upaya bersama menjaga ketersediaan sumber daya air hingga musim penghujan tiba.