Iran kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Militer Iran mengaku telah menyerang radar dan sistem pertahanan AS di Kuwait dan Bahrain beberapa jam lalu.

>>> Debat Tanaman vs Bunga: Mana yang Lebih Berharga?

Serangan ini merupakan gelombang terbaru dalam konflik berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Teheran menyebut aksi ini sebagai respons terhadap gempuran Washington, termasuk serangan ke barak Bampur di Iranshahr yang menewaskan tujuh tentara Iran.

Target di Kuwait dan Bahrain

Di Kuwait, sistem radar, baterai Patriot, dan tangki bahan bakar militer di Pangkalan Ali Al Salem menjadi sasaran.

Sementara di Bahrain, Pangkalan Sheikh Isa diserang menggunakan drone.

>>> Host Open Trip Kena Blacklist Gegara Tak Sewa Porter Lokal di Lawu

Drone Iran disebut berhasil menerjang sistem komunikasi dan radar di pangkalan tersebut, termasuk radar Super Hawk dan instalasi Patriot, demikian laporan Al Jazeera.

Selain Kuwait dan Bahrain, pangkalan AS di Yordania juga menjadi target pada Kamis (16/7).

Teheran mengaku menargetkan sistem komunikasi militer, situs radar tetap, dan depot bahan bakar di Pangkalan Udara Azraq dengan pesawat nirawak.

>>> Hilirisasi Jadi Kunci Freeport Hadapi Masa Depan Tambang Berkelanjutan

Serangan ini menandai eskalasi terbaru dalam perang Iran dengan Amerika Serikat. Belum ada pernyataan resmi dari pihak AS terkait serangan tersebut.