Iran Ancam Serang Infrastruktur AS di Timur Tengah jika Ganggu Selat Hormuz
Juru bicara komando militer tertinggi Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak boleh ikut campur di Selat Hormuz.
Militer Iran menyatakan pihaknya tidak akan mengizinkan AS mengotak-atik jalur perdagangan vital tersebut. Selat Hormuz disebut sebagai "garis merah" Teheran.
>>> John Herdman Puas TC Timnas Indonesia di Bali, Singgung Fondasi Jelang Piala AFF 2026
Juru bicara tersebut juga mengatakan jika AS berani menyerang infrastruktur Iran seperti yang diancam Presiden Donald Trump, Teheran akan menyerang balik infrastruktur Washington di seluruh negara Timur Tengah.
Latar Belakang Ancaman
Pada Senin (13/7), Trump mengumumkan akan mengenakan biaya 20 persen kepada kapal yang melintas di Selat Hormuz sebagai balasan atas jasa AS mengamankan lalu lintas.
Namun, rencana tersebut dibatalkan pada Selasa (14/7) setelah Trump berbicara dengan para pemimpin negara Teluk.
"Mereka mengatakan kami ingin melakukannya dengan cara berbeda," kata Trump kepada wartawan di Oval Office, seperti dikutip Politico.
>>> Honda Pindahkan Produksi Skutik Listrik UC3 ke Vietnam
Trump menyebut para pemimpin Teluk ingin berinvestasi besar-besaran di AS sebagai ganti agar AS tidak mematok tarif di Selat Hormuz.
Meski kecewa, Trump setuju karena besaran investasi dijanjikan "sangat besar."
Selat Hormuz selalu menjadi titik permasalahan antara AS dan Iran. Iran ingin mengendalikan jalur tersebut bersama Oman dan menarik biaya terhadap kapal yang lewat.
Meski AS dan Iran telah menyepakati nota kesepahaman damai, kesepakatan itu tidak mencakup bahasa yang jelas tentang siapa yang akan mengendalikan jalur air tersebut.
>>> Basuki Ungkap 170 Proyek IKN Fokus pada Kualitas dan Keselamatan
Pekan lalu, Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata tidak lagi berlaku, dan kedua pihak telah melanjutkan serangan terhadap satu sama lain.
Update Terbaru
Trump Bertemu Senator Baru Darline Graham di Washington
Kamis / 16-07-2026, 18:12 WIB
Gotham FC Kalahkan Washington Spirit, Sam Kerr Kembali ke Lapangan
Kamis / 16-07-2026, 18:12 WIB
Daewoong-CGBIO Bagikan Strategi Filler HA dan CaHA untuk Dokter Estetika
Kamis / 16-07-2026, 18:11 WIB
Pakar Hukum Soroti Kasus Indodax: Bisa Berujung Pidana
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
Mengenal Johan Liebert, Antagonis Utama dari Anime Monster
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
5 Rekomendasi Manhwa Kerajaan yang Wajib Kamu Baca
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
Comfer Launcher: Gestur Tersembunyi yang Mengakhiri Pencarian Pengganti Pixel Launcher
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
Microsoft Resmi Perbaiki Bug Recycle Bin yang Tampilkan Nama File Aneh
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
Pengingat: Beberapa Versi Windows 10 dan 11 Kehilangan Dukungan Oktober Ini
Kamis / 16-07-2026, 18:08 WIB
Linus Torvalds Balas Kritik Soal AI di Linux: Fork Saja Kalau Tidak Suka
Kamis / 16-07-2026, 18:08 WIB
Nonton Film Cek Khodam(2026) di Bioskop Bukan LK21: Saat Hantu Kalah Sama Cicilan, Dibintangi Jirayut!
Kamis / 16-07-2026, 18:00 WIB
Bahlil: 60% Gas Masela untuk Domestik, Pupuk hingga PLN Kebagian
Kamis / 16-07-2026, 17:49 WIB
Menkop Tegaskan Keberlanjutan Jadi Faktor Penting bagi Koperasi
Kamis / 16-07-2026, 17:49 WIB
Wayne Rooney Sebut Pertaruhan Thomas Tuchel Jadi Biang Keladi Kekalahan Inggris
Kamis / 16-07-2026, 17:49 WIB







