Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menerima opsi untuk memperluas operasi militer AS di Iran.

Perluasan serangan tersebut mencakup rencana menggempur kompleks nuklir bawah tanah di Pegunungan Pickaxe dan merebut Pulau Kharg.

>>> Gudang Amunisi TNI di Madiun Meledak, Sejumlah Korban Dievakuasi

Opsi ini mulai dibahas secara intensif di Situation Room pada Selasa (14/7) yang dihadiri Trump, menurut dua sumber Gedung Putih kepada CNN.

Trump sebelumnya bersumpah akan menyerang Iran lebih keras dalam beberapa minggu mendatang, termasuk mengancam infrastruktur sipil dan sumber energi Iran.

Di balik layar, ia telah membahas berbagai skenario aksi militer dengan pejabat senior. Trump mencari cara untuk menekan Iran agar tunduk pada tuntutan AS setelah upaya sebelumnya gagal.

AS terus menggencarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran dalam lima hari terakhir untuk melemahkan posisi Teheran, terutama di Selat Hormuz.

Terbaru, Washington membombardir Pulau Tunb di dekat Selat Hormuz yang disebut sebagai salah satu pangkalan militer Iran.

Para pejabat mengatakan serangan itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran mencegah kapal komersial melintasi jalur air tersebut. Namun, Washington masih akan fokus menargetkan peluncur rudal dan radar Iran.

>>> Ironi Inggris, Argentina Jagoan Cetak Gol Menit-Menit Akhir

Menurut kedua pejabat, Trump kini mempertimbangkan operasi merebut Pulau Kharg, pusat ekspor penting Iran, dan mengebom kompleks bawah tanah di Gunung Pickaxe yang terkait program nuklir Iran.

Ia menegaskan keinginan menargetkan dua wilayah itu dalam wawancara pekan ini. Namun, Trump mengisyaratkan operasi darat untuk merebut Kharg mungkin dilakukan oleh negara lain.

"Kami memiliki pihak lain yang akan melakukan kampanye darat untuk kami," katanya kepada Fox News, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Trump sebelumnya mengisyaratkan peningkatan eskalasi.

Ia semakin frustrasi karena Iran tidak menyerah pada pendirian soal nuklir dan terus membatasi lalu lintas Selat Hormuz.

>>> Phil Hellmuth Gagal Raih Gelar ke-18, Darren Rabinowitz Juara WSOP

Trump berada pada posisi ambigu antara meragukan kesediaan Iran bernegosiasi dan mengklaim Teheran siap kembali ke meja perundingan.