Iran mengancam akan menutup Selat Bab Al Mandab di Laut Merah jika Amerika Serikat terus melancarkan serangan ke negaranya.

Teheran bersumpah akan 'mencekik' urat nadi perekonomian dunia dengan menutup salah satu selat terpenting bagi perdagangan internasional.

>>> Prajogo Pangestu Ajukan Penawaran Akuisisi Perusahaan Panas Bumi Filipina Rp89 T

Bab Al Mandab merupakan gerbang perdagangan penting yang menghubungkan Eropa dan Asia melalui Terusan Suez dan Laut Merah.

Titik sempit itu bahkan disebut lebih penting ketimbang Selat Hormuz sebagai rute perdagangan.

Korps Garda Republik Iran (IRGC) mengancam akan menutup semua jalur ekspor lain yang digunakan AS dan sekutunya setelah Iran menutup Selat Hormuz.

Menurut kantor berita IRNA, IRGC menyatakan ekspor energi kawasan akan 'diakses untuk semua pihak atau tidak sama sekali'.

Para analis mengatakan Iran dapat mengandalkan sekutunya, Houthi di Yaman, untuk menutup Selat Bab Al Mandab.

>>> Trailer Beast of Reincarnation Perlihatkan Sistem Pertarungan, Rilis 4 Agustus

Langkah itu dapat membuka front baru melawan Washington dan mengancam dua jalur pengiriman energi terpenting di dunia.

Selat Bab Al Mandab menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden dan merupakan jalur utama ekspor minyak Saudi serta perdagangan maritim global.

Pejabat senior Houthi mengatakan pada Senin (13/7) bahwa kelompoknya siap menutup selat tersebut jika Arab Saudi melanjutkan serangan ke Yaman.

Menurut laporan Iran Press TV, langkah itu bisa melambungkan harga minyak hingga US$200 per barel.

>>> Tommy Fleetwood Incar Kemenangan Bersejarah di Royal Birkdale

IRGC mengatakan pada Rabu bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai 'kejahatan Amerika berakhir'.