Tommy Fleetwood, pegolf nomor sembilan dunia asal Southport, bersiap menghadapi The Open Championship ke-154 di Royal Birkdale dengan target meraih kemenangan major pertamanya.

Ia menjadi harapan besar publik Inggris untuk mengakhiri paceklik gelar The Open di tanah air yang terakhir kali diraih Tony Jacklin pada 1969.

>>> Darren Rabinowitz Raih Gelar WSOP Kedua di Las Vegas

Fleetwood tumbuh besar hanya beberapa menit dari lapangan Royal Birkdale dan memulai karier golfnya di klub Southport Municipal sejak usia enam tahun.

"Bermain di The Open di Birkdale adalah sesuatu yang sangat istimewa dan berada di puncak bagi siapa pun dari Southport," ujar Fleetwood.

Ia mengaku sangat termotivasi oleh dukungan publik lokal dan menganggapnya sebagai aset, bukan beban.

"Saya sadar betul berada di sini, di The Open di Birkdale ketika saya masih berusia delapan tahun.

Akan ada ribuan anak-anak di sini minggu ini dengan mimpi yang sama," kenangnya.

Fleetwood menekankan pentingnya menikmati atmosfer turnamen untuk mewujudkan mimpi masa kecilnya.

"Jika Anda tidak menikmatinya, Anda telah mengecewakan diri sendiri," tegasnya.

Ia juga menyadari bahwa setiap pegolf di The Open bermimpi mengangkat Claret Jug, dan dirinya tidak berbeda.

"Yang harus Anda hadapi adalah seberapa besar Anda menginginkannya dan ekspektasi Anda sendiri," kata Fleetwood.

Rekan setim Ryder Cup, Rory McIlroy, mendukung Fleetwood untuk mengatasi tekanan bermain di kampung halaman.

McIlroy memiliki pengalaman pahit saat Royal Portrush 2019, di mana ia gagal lolos cut setelah quadruple-bogey di hole pertama.

>>> Catatan Pahit Rooney usai Inggris Disingkirkan Argentina: Mereka Panik

"Bermain di kampung halaman adalah lingkungan yang sulit. Anda merasa harus bermain bagus untuk orang lain, bukan untuk diri sendiri," ujar McIlroy.