BAIC T1 Baru Dirakit Lokal pada 2027, Ini Alasannya
Mobil listrik BAIC T1 masih akan berstatus completely built up (CBU) hingga akhir 2026. PT JIO Distribusi Indonesia (JDI) memilih menunda perakitan lokal hingga 2027.
Keputusan ini diambil agar perusahaan bisa langsung memenuhi target Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 60 persen yang ditetapkan pemerintah untuk kendaraan listrik.
>>> Spanyol vs Argentina: Siapa Juara Kecepatan Internet?
Kepatuhan Terhadap Regulasi TKDN
Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan perusahaan harus menyesuaikan diri dengan target pemerintah yang semakin progresif.
"Secara TKDN memang perlu dikejar.
Tetapi memang ada regulasi bahwa pada 2027 kandungan lokal untuk kendaraan listrik harus mencapai 60 persen," kata Dhani di Tangerang, Kamis (9/7/2026).
Kebijakan TKDN ini berlandaskan pada Perpres Nomor 79 Tahun 2023, perubahan dari Perpres Nomor 55 Tahun 2019.
Pemerintah menetapkan target 40 persen untuk 2022-2026, 60 persen untuk 2027-2029, dan 80 persen mulai 2030.
Kendala Bisnis: Masalah VIN
Jika hanya mengejar target 40 persen, perakitan lokal bisa dilakukan lebih cepat, bahkan sebelum akhir tahun ini. Namun, secara bisnis hal itu dinilai kurang optimal.
>>> Pizza Hut Luncurkan Menu Klasik Murah di Seluruh AS
Salah satu kendala utama adalah masalah Vehicle Identification Number (VIN). Jika produksi massal dipaksakan mulai akhir 2026, unit yang dihasilkan akan memiliki VIN 2026.
"Kalau prosesnya hanya sampai 40 persen, menurut saya Desember sudah bisa. Tetapi kalau diproduksi banyak pada Desember, VIN-nya hanya bisa 2026," ujar Dhani.
VIN 2026 dinilai berisiko karena sebagian besar unit baru akan sampai ke konsumen pada tahun berikutnya. "Masa konsumen membeli mobil tahun depan tetapi VIN-nya masih 2026," kata Dhani.
Rencana Perakitan Lokal 2027
BAIC memutuskan memulai perakitan lokal pada 2027.
Keputusan ini memungkinkan perusahaan langsung memenuhi target TKDN 60 persen sekaligus memastikan tahun produksi yang relevan bagi konsumen.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang BAIC untuk mengembangkan bisnis kendaraan listrik dan memperkuat daya saing di pasar otomotif Indonesia.
>>> MK: IUP Jangan Hilangkan Fungsi Kontrol Perguruan Tinggi
"Jadi saya pikir tidak apa-apa. Kami mengikuti semua peraturan dan prosedur yang memang sudah diatur oleh pemerintah," ujar Dhani.
Update Terbaru
Adam Lambert Ungkap Keuntungan Finansial Besar dari Tur Bersama Queen
Kamis / 16-07-2026, 20:57 WIB
Kai Trump Beri Kabar Terbaru soal Pemulihan Kanker Payudara Vanessa Trump
Kamis / 16-07-2026, 20:57 WIB
Kebakaran Thorn Hanguskan 750 Hektare, Tutup Interstate 8
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
Meteorit di New Jersey Bawa Ratusan Asam Amino Luar Angkasa
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
Atletico Madrid Sumbang 9 Pemain di Final Piala Dunia 2026, Kalahkan Barcelona
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
BPH Migas Temukan Anomali QR Code Pembelian BBM Subsidi
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
Mensos: Opini WTP dari BPK Momentum Jaga Kepercayaan Rakyat
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
Klasemen SEA V Cup usai Indonesia Hajar Kamboja: Kuasai Puncak
Kamis / 16-07-2026, 20:52 WIB
Bobby Rizaldi Usai Diperiksa KPK: Semua Sudah Disampaikan ke Penyidik
Kamis / 16-07-2026, 20:52 WIB
Bos BTN: Penarikan Dana SAL Picu Bank Berebut Likuiditas
Kamis / 16-07-2026, 20:52 WIB
JETE Festive 2026: Kolaborasi Teknologi dan Komunitas Kreatif di Surabaya
Kamis / 16-07-2026, 20:50 WIB
Bos INPEX: Proyek LNG Masela Sumbang US$137,7 Miliar ke RI
Kamis / 16-07-2026, 20:50 WIB
Bahlil: Pupuk Indonesia Bangun Pabrik di Saumlaki, Manfaatkan Gas Masela
Kamis / 16-07-2026, 20:49 WIB
Openai Luncurkan Codex Micro, Keypad Pintar untuk Kontrol Agen AI
Kamis / 16-07-2026, 20:49 WIB







